Dinas Pertanian

Permintaan Ekspor Tanaman Hias Sukabumi Meningkat

SUKABUMI — Ekspor tanaman hias dari Kabupaten Sukabumi mengalami peningkatan setip tahunnya. Berdasarkan data yang tercatat dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, sejak awal 1 Januari sampai 31 Januari 2020, permintaan ekspor tanaman hias baik tanaman bunga maupun tanaman daun mencapai 1,5 juta tangkai tanaman hias.

Sementara pada periode yang sama pada 2019, hanya mencapai sekitar 900.000 tangaki tanaman hias.

“Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, permintaan tanaman hias dari Kabupaten Sukabumi untuk kebutuhan ekspor itu memang sangat meningkat. Ini terjadi lantaran banyaknya para petani asal Kabupaten Sukabumi yang selalu mengikuti festival bunga ke luar daerah.

Seperti Bandung, Jakarta, Cianjur dan luar daerah lainnya,” jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Ajat Sudrajat kepada Radar Sukabumi, Kamis (6/2).

Untuk memenuhi kebutuhan ekspor tanaman hias tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi telah berupaya maksimal.

Seperti menyiapkan sentral bunga potong dan menyediakan puluhan hektare lahan petanian untuk tanaman hias. Salah satunya bambu suji.

“Ini perlu dilakukan menyusul dengan banyaknya permintaan ekspor ke negara asia dan timur tengah setiap tahunnya,” bebernya.

Selain akan menyediakan lahan untuk tanaman hias, pihaknya juga terus melakukan pembinaan dan penataan terhadap para petani tanaman hias. Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya agar permintaan ekspor bisa terpenuhi dan sesuai dengan kualitas yang diinginkan dari pihak eksportir.

“Ini perlu dilakukan lantaran semua tanaman hias baik itu tanaman bunga maupun tanaman daun yang hendak diekspor harus mempunyai klasifikasi tertentu,” timpalnya.

Dari semua tanaman hias, ujar Ajat, paling banyak diminati untuk kebutuhan ekspor adalah tanaman hias bambu suji.

Untuk itu, dalam meningkatkan volume ekspor tanaman hias tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi akan mengembangkan budidaya melalui pola kemitraan dengan masyarakat. Seperti memperluas dan membina kelembagaan petani, sehingga dapat menutupi kebutuhan ekspor.

“Salah satu alasan kenapa permintaan ekspor bambu suji ini, sangat tinggi. Karena telah bergesernya pemanfaatannya. Iya, pada beberapa tahun silam, di Negara Korea tanaman suji ini dibutuhkan saat tahun baru saja.

Namun sekarang bergeser menjadi tanaman hias untuk keperluan dekorasi dalam rumah dan kegiatan resepsi pernikahan,” imbuhnya.

Selain itu, pada beberapa tahun silam, para petani Kabupaten Sukabumi hanya melakukan ekspor tanaman bambu suji ke Negara Korea saja.

Namun, kini beberapa negara dari asia. Seperti China dan Belanda juga sangat membutukan tanaman hias dari bambu suji tersebut. “Ini bisnis pada sektor pertanian yang sangat menguntungkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sukajaya, Cece Purnama membenarkan, bahwa permintaan ekspor tanaman hias telah mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah, hampir setiap tahunnya ekspor bambu suji ke Korea selalu meningkat. Pada 2018 kita hanya mengekspor bambu suji sebanyak dua kontainer dengan omset sekitar Rp1 milyar. Sementara pada 2019, kita mengekspor sebanyak tiga kontainer dengan omset lebih dari Rp1,5 miliyar,” katanya.

Pihaknya mengaku, pemerintah Desa Sukajaya telah bekerjasama dengan masyarakat untuk melakukan kerajinan dari tanaman hias bambu suji. “Kami sudah ada sekitar lima tahun menggeluti usaha kerajinan bambu suji,” bebernya.

Saat ini, pemerintah Desa Sukajaya baru memiliki tanaman bambu suji di tanah seluas 2,5 hektare dengan jumlah pegawai sekitar 30 orang.

“Ada sekitar 30 warga di sini yang sudah bekerja untuk membuat kerajinan itu. Alhamdulillah, dengan adanya kerajinan bambu suji ini, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi warga Desa Sukajaya,” pungkasnya (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button