Oleh: Ika Sofia Rizqiani, S.Pd.I, M.S.I.
Dosen (AIK) di Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Sukabumi
Bulan suci Ramadan telah terlewati, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melanjutkan amalan berbuah pahala di bulan Syawal ini. Datangnya bulan Syawal telah disambut hangat oleh orang-orang yang telah mendapatkan kemenangan Ramadan, dimulai dengan memberi zakat fitrah, salat Idulfitri, mendengarkan khotbah, bersilaturahmi dan saling memaafkan.
Saat ini kita sedang berada di bulan Syawal, bulan di mana Allah memberikan limpahan pahala pada aktivitas tertentu. Hal ini harus kita manfaatkan dengan baik, jangan sampai Syawal berlalu tanpa ada amalan kebaikan yang kita lakukan. Dengan kita mengusahakan menjalani amalan setelah Ramadan yang mungkin hampir terlewatkan, semoga Allah memberikan keberkahan untuk dunia dan akhirat.
Keistimewaan Bulan Syawal
Bulan Syawal merupakan momen perayaan umat Islam atas kemenangan dalam menahan dahaga, lapar, serta hawa nafsu lainnya selama bulan Ramadan.
Syawal dalam bahasa Arab berasal dari kata syala yang berarti irtafa’a, naik atau meninggi. Bulan ini menjadi bentuk pembuktian bagi umat Islam apakah mereka mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan keimanannya sebagaimana seperti yang telah terlaksana di bulan Ramadan, di mana mereka telah di tempa dengan berpuasa kurang lebih 30 hari, melakukan amalan-amalan sunnah, tilawah Qur’an, qiyamu lail, dan lain-lain.
Melalui bimbingan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam telah menjadikan bulan Syawal sebagai pengiring bulan Ramadan yang tepat untuk menjaga konsistensi ketaatan. Beliau telah mensyariatkan aktivitas-aktivitas dan menjelaskan tentang keutamaan serta ganjaraan.
Puasa Syawal
Salah satu keutamaan di bulan Syawal adalah puasa enam hari, biasanya dimulai pada hari kedua bulan Syawal karena hari pertama yaitu saat hari raya Idulfitri diharamkan untuk puasa. Setelah sebulan penuh menjalani puasa bulan Ramadan, maka puasa enam hari pada bulan Syawal menjadi pelengkap bahkan penyempurna amalan kebaikan di bulan Ramadan.
Puasa enam hari pada bulan Syawal telah diibaratkan seperti berpuasa sepanjang tahun, seseorang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan 10 kebaikan yang semisal. Puasa Ramadan adalah selama sebulan berarti akan semisal dengan puasa 10 bulan. Puasa Syawal adalah enam hari berarti akan semisal dengan 60 hari yang sama dengan dua bulan.






