Makam Kapitan Simkeng Koen Sukabumi Bakal Dibenahi

  • Whatsapp
Makam Kapitan Simkeng Koen
Yayasan Kipahare Sukabumi bersama DLH Kota Sukabumi dan PSMTI Sukabumi saat melakukan peninjauan Makam Kapitan Simkeng Koen Kampung Kapitan RT4/3, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Senin (20/9).

SUKABUMI – Yayasan Dapuran Kipahare Sukabumi menggandeng Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sukabumi, bakal berupaya membenahi Makam Kapitan Simkeng Koen di Kampung Kapitan RT4/3, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Senin (20/9).

Dari pantauan Radar Sukabumi, Yayasan Dapuran Kipahare Sukabumi, PSMTI Sukabumi, Kelurahan Cikundul dan DLH Kota Sukabumi melakukan peninjauan makam yang merupakan salah satu situs bersejarah yakni makam Kapitan Simkeng Koen yang merupakan Kapitan Tionghoa pertama di Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Kapitan ini dikuburkan pada 1906 sementara, istrinya yakni Loisa Zecha dikuburkan di tempat yang sama pada 1939 silam.

“Saat ini, kami melakukan penijauan karena adanya pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu yang berdekatan dengan makam.

Sebab itu, kami khawatir makam ini akan dibongkar dan jika pun tidak dibongkar khawatir akses jalan menuju makam akan tertutup, sebab itu kami melakukan peninjauan,” ungkap Ketua Yayasan Dapuran Kipahare, Irman Firmansyah kepada Radar Sukabumi, Senin (20/9).

Irman menjelaskan, Yayasan Dapuran Kipahare saat ini tengah melakukan inpetarisir benda yang diduga cagar budaya. Karena itu, keberadaan makam ini bisa jadi salah satu makam yang bisa menjadi objek cagar budaya kedepannya.

“Seandainya bisa kami rawat ini bisa menjadi wisata heritage kedepannya, paling penting ini berkaitan dengan sejarah paling panjang perjalanan masyarakat Tionghoa di Sukabumi karena ini merupakan makam Kapitan Tionghoa pertama maka sebab itu sangat layak dilestarikan,” ujarnya.

Pihaknya, akan mengajukan kepada Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk dilakukan pengkajian dan diajukan menjadi cagar budaya secara resmi.

“Tentunya, dalam proses untuk perawatan memerlukan biaya bisa memanfaatkan baik Pemkot maupun masyarakat untuk menjadi wisata heritage,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sukabumi, Tan Wijaya memaparkan, PSMTI Sukabumi bersama komunitas Tionghoa lainnya akan segera membenahi makam tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *