P2TP2A Sukabumi Kecam Pelaku KDRT di Sukaraja

  • Whatsapp

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan R (50) kepada istrinya sendiri berinisial DN (45) asal Kampung Cibeureum Tengah, RT 1/7, Desa/Kecamatan Sukaraja, telah mendapatkan sorotan yang serius dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi.

Lembaga yang dipimpin oleh istri Bupati Sukabumi ini, mengaku geram dengan sikap R yang nekad menganiaya istrinya hingga babak belur. “Sedih dengernya, suaminya itu biadab semoga saja segera ketangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Yani kepada Radar Sukabumi, Selasa (28/7).

Bacaan Lainnya

Saat ini, korban kekerasan dalam rumah tangga itu, masih terkapar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan tindakan medis. “Semoga saja kedua matanya bisa diselamatkan. Karena matanya ditusuk oleh suaminya dengan jarinya,” bebernya.

Pihaknya mengaku akan melakukan pendampingan terhadap korban agar kondisi psikologisnya dapat kembali normal. “Selama korban melapor ke kami, Insya Allah akan ada pendampingan. Kalau untuk perkara hukumnya sedang ditangani oleh Polres Sukabumi Kota. Kalau dari P2TPAA hanya pendampingan psikolog. Rencananya hari ini, kami bersama tim akan meninjau ke rumah sakit untuk melihat perkembangan kondisi psikologis korban,” paparnya.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa, P2TP2A Kabupaten Sukabumi terus berupaya maksimal melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi terkait Undang-undang 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Berbagai upaya terus kami lakukan untuk mencegah KDRT mulai dari keluarga dan anak-anak. Sosialisasi ini, sangat penting dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang potensi, pencegahan dan dampak dari KDRT serta pemahaman tentang pentingnya ketahanan keluarga. Selain itu, keterlibatan laki-laki juga menjadi hal yang tidak boleh terlewatkan dalam hal pencegahan KDRT. Iya, intinya seluruh elemen harus berkolaborasi dalam pencegahan dan penghapusan KDRT sedini mungkin,” pungkasnya. (Den/rs)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *