Kedatangan Jenazah Kayla Siswa SMAN Cisaat Sukabumi, Diwarnai Isak Tangis Keluarga

Jenazah Kayla SMAN Cisaat Sukabumi
Suasana rumah duka dikerumuni puluhan warga dan teman sekolah almarhum Kayla Nur Syifa (16) siswa SMAN Cisaat Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI – Kedatangan jenazah Kayla Nur Syifa (16) yang merupakan siswa kelas 10 dari SMA Negeri Cisaat yang dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti seleksi calon peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Sukabumi pada Jumat, (19/4), telah diwarani isak tangis keluarganya.

Berdasarkan pantuan Radar Sukabumi di lokasi, sekira pukul 12.00 WIB puluhan warga dan para guru bersama para siswa yang merupakan teman korban telah berdatangan ke rumah duka untuk melayat, tepatnya di ruas Jalan Raya Babakan Damai, Kampung Gunungguruh, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Tampak di depan rumah duka, selain terdapat bendera berwarna kunging, juga ditemukan karang bunga yang bertuliskan turut berduka cita atas meninggalnya Kayla Nur Syifa dari Keluarga Besar Bakesbangpol Kabupaten Sukabumi. Selain itu, pemerintah setempat juga juga hadir di rumah duka untuk menyaksikan proses pemakamannya.

Salah seorang paman korban, Jajat Sudrajat (54) mengatakan, ia mengetahui informasi bahwa saudaranya ini, telah dikabarkan meninggal dunia dari adeknya sekitar pukul 11.00 WIB. “Iya, waktu itu ade saya ini datang ke rumah sekitar pukul 11.00 WIB dan mencerikatakan bahwa Syifa meninggal dunia,” kata Jajat kepada Radar Sukabumi saat berada di rumah duka sambil mengusap air matanya pada Jumat (19/04) siang.

Setelah itu, ia bersama kerabat lainnya langsung bergegas ke rumah duka, untuk memastikan kebenarannya. Setiba di rumah duka, ia langsung berbicara kepada orangtua almarhum. Tidak lama setelah itu, orangtua almharhum dipanggil oleh pihak sekolah dan langsung berangkat ke Palabuhanratu. “Iya, keluarga khususnya ibu almarhum langsung ke sana (Palabuhanratu,” timpalnya.

Semasa hidupnya, almarhum ini merupakan sesosok anak yang baik dan berparas cantik. Selain, terkenal sopan akan tingkah lakunya, ia juga dinilai sholehah. “Keseharin almarhumah, baik, sholeh. Waktu terakhir ketemu pas lebaran ngumpul di rumah sama keluarga semua,” bebernya.

Rencananya, jenazah almarhum setelah dilakukan pemulasaran oleh pihak keluarganya, akan dimakamkan hari ini di tempat pemakaman keluarganya yang lokasinya berada di belakang rumah duka. “Iya, itu dibelakang akan dimakamkannya. Jujur, saya juga merasa kaget dan sangat terkejut yah, setelah mendengar saudara saya ini meninggal dunia. Karena, Syifa ini tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Jadi, Syifa itu merupakan anak ke 2 dari dua bersaudara atau anak bungsu yah. Nah, kakaknya gak ada di sini, ia lagi berada di Lampung,” timpalnya.

Salah seorang teman korban, Ilva Azaria (16) asal warga Kecamatan Cisaat mengatakan, ia mengaku sudah lama tidak ketemu dengan almarhum dan terakhir bertemu sekitar satu bulan terakhir, tepatnya sebelum bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi. “Tadi, kita lagi acara apel pagi di sekolah ada halal bi halal, terus tiba-tiba guru pengumuman, bahwa yang namanya Kayla Nur Syifa kelas X 9 sudah wafat,” jelasnya.

Semasa hidupnya, sambung Ilva, almarhum ini merupakan sesosok siswa yang penuh dengan keceriaan dan ia diketahui anak yang pandai bergaul dan aktif berkomunikasi dengan teman-teman yang lainnya. Saat sekolah, almarhum ini, tidak pernah bolos karena alasan sakit. “Iya itu juga kita tuh bener-bener syok, padahal sebelumnya itu Kayla masih chat-chat kita kemarin sore,” ujarnya.

“Parkibranya sering juara. Dari awal sekolah juga sudah minat banget masuk Paskibraka. Nggak pernah sakit, waktu jadi pengibar bendera aja, nggak pernah pingsan sama sekali. Kaget makanya, biasanya sehat nggak pernah ngeluh sakit, sekarang pas tahu gini nggak nyangka,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *