Kronologis Siswi SMAN 1 Cisaat Sukabumi Meninggal saat Ikuti Seleksi Paskibraka Kabupaten

DITANGANI : Suasana saat jasad siswa SMAN I Cisaat saat akan dibawa ke rumah duka dari rumah sakit Palabuhanratu. Jumat, (19/4).(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
DITANGANI : Suasana saat jasad siswa SMAN I Cisaat saat akan dibawa ke rumah duka dari rumah sakit Palabuhanratu. Jumat, (19/4).(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — KNS Siswi SMAN I Cisaat, Kabupaten Sukabumi meninggal dunia, saat mengikuti proses seleksi calon peserta paskibraka Kabupaten Sukabumi sekitar pukul 09.00 WIB Jumat, (19/4) pagi.

Ketua KCD wilayah V provinsi Jabar Lima Faudiamar mengungkapkan mendapat kabar siswi SMAN 1 Cisaat meninggal dunia pagi menjelang siang, dimana saat itu almarhumah tengah menjalani seleksi yang dilaksanakan di Palabuhanratu.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Lima, berdasarkan informasi didapatnya sebelum dinyatakan meninggal dunia siswi diketahui berinisial KNS warga Desa Cibentang, Kecamatan Gunung Guruh itu pingsan ketika olahraga pagi kemudian oleh panitia seleksi dibawa ke rumah sakit.

“Saya sudah menginstruksikan ke kepala sekolah dan jajaran untuk segera ke lapangan. Awal saya dengar pertama pingsan kemudian dibawa ke rumah sakit dan info lanjutannya meninggal dunia,” ungkapnya.

“Saya juga sudah instruksi agar pihak sekolah SMAN Cisaat agar mengurus di rumah sakit. Info lanjutan orang tua siswi didampingi oleh wakasek, walikelas posisi sudah di Palabuhanratu,” imbuhnya.

Sementara itu kepala Bakesbangpol kabupaten Sukabumi Tri Romadhono Suwardianto mengatakan, almarhumah dalam rangkaian tahapan test calon paskibraka terjadi sekitar pukul 09.00 Wib dinyatakan meninggal dunia, rangkaian tersebut merupakan tahapan yang dari awal bulan sebelum puasa sudah dilaksanakan.

“Hari Rabu kemarin sampai besok itu rencana itu rangkaian tahapan seleksi jadi makin mengkerucut, jadi kemarin almarhumah masih mengikuti kegiatan, sehat, kesehatannya bagus, kemudian lolosnya kesehatan, setelah itu rangkaiannya test parade,” timpalnya.

“Sistem gugur, itu juga mengacu pada SOP yang sudah di tentukan oleh BPIP pusat, penyelenggaraan itu kan BPIP pusat paskibra itu, ada yang ke kesbang, ada yang di kabupaten kota untuk kabupaten Sukabumi sudah sejak tahun kemarin sudah di kesbangpol,” sambungnya.

Adapun almarhumah, lanjut Tri hasil test kesehatan awal bagus, dan dinyatakan lolos, tidak hanya itu tinggi badan juga bagus, postur badan juga bagus, kemudian mengikuti tahap kedua Kamis, (18/4) kemarin, yakni parade sifatnya baris berbaris dan sikap KSN cukup bagus, dinilai oleh panitia serta dinyatakan lolos.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *