KABUPATEN SUKABUMI

Jurnalis Sukabumi Ikuti Rapid Test Covid 19

SUKABUMI — Puluhan jurnalis di Sukabumi dari media. Seperti media cetak, onilne dan media televisi, berbondong bondong mendatangi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid 19 Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Senin (6/4).

Kedatangan insan pers ini, untuk mengikuti rapid test virus corona atau Covid 19 yang saat ini tengah mewabah di wilayah tersebut.

Sebelum pelaksanaan rapid test, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menyerahkan bantuan berupa masker dan alat rapid test kepada jurnalis yang hadir dalam konferensi pers di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid 19 Kabupaten Sukabumi.

“Jurnalis ini, perlu dilakukan rapid test. Karena mereka masuk kategori orang dalam resiko (ODR). Sebab, dalam menjalankan aktivitasnya mereka bekerja di lapangan dan sering bertemu dengan sejumlah orang. Sehingga perlu dilakulan tes terkait kondisi kesehatannya. Apalagi di tengah pandemi covid 19,” jelas Marwan.

Untuk itu, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi terus mengupayakan agar jurnalis Sukabumi dapat mengikuti rapid test. “Iya, kegiatan rapid test ini sebagai bentuk implementasi surat edaran dari Dewan Pers. Makanya, semua jurnalis hari ini dilakukan rapid test,” ujarnya.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini, juga memberikan kartu rujukan bagi jurnalis Sukabumi untuk digunakan dalam mendapatkan fasilitas kesehatan di sejumlah pusat pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Jadi, kartu yang dibagikan ke jurnalis ini nantinya bisa digunakan untuk pengecekan ke rumah sakit pemerintah ataupun Puskesmas secara gratis. Terutama selama masa pandemi covid 19,” timpalnya.

Berdasarkan hasil rapid test, semua jurnalis yang dites dinyatakan negatif covid-19. Meski demikian, pihaknya mengajak kepada seluruh jurnalis yang masih bekerja di lapangan untuk meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Selain itu, jangan lupa rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan menggunakan masker saat melakukan aktivitas dilapangan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Sukabumi Journalist Forum (SJF) Toni kamajaya mengatakan, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, telah merespon dengan baik perihal himbauan dari Dewan Pers agar dilakukan rapid test dikalangan jurnalis.

“Kita sebagai jurnalis di Sukabumi sangat menyambut positif dengan diselenggarakannya rapid test ini. Karena, jurnalis itu adalah orang dalam resiko sangat tinggi,” katanya.

Untuk itu, puluhan jurnalis di Sukabumi sangat menyambut positif pergilah rapid test tersebut. Terlebih lagi, kalangan jurnalis ini sering melakukan liputan Covid 19 yang dinilai rawan dalam penyebaran maupun terjangkit oleh virus corona.

“Kalangan jurnalis di Sukabumi ini, ingin mengetahui mengenai tingkat keselamatan maupun tingkat kerawanan pada virus Covid 19 ini. Seperti apa saat jurnalis melaksanakan tugasnya di lapangan.

Nah, dengan adanya rapid test ini kita bisa mengetahui, paling tidak bisa menjadi pedoman kita untuk melalukan peliputan kedepannya seperti apa agar kita terhindar dari virus tersebut,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button