BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Tarif Pungli di GSI Makin Mahal

Menurut Reni, banyak oknum di dalam maupun di luar perusahaan yang menarik pungli dari calon karyawan pabrik. Padahal, rekrutmen karyawan sudah dilakukan satu pintu melalui Disnakertrans. Tetapi, praktik pungli ini tetap saja bisa beraksi.

“Contohnya, jika karyawan melamar kerja melalui Disnakaer dan lamaran itu diterima di perusahaan itu, setelah kita bekerja beberapa hari pasti ada oknum pekerja GSI yang meminta uang. Jika kita tidak memberinya, buruh yang sudah bekerja ini, diancam akan dikeluarkan bekerjanya,” ujarnya.

Pihaknya merasa geram dengan sikap oknum pungli tersebut yang kerap memanfaatkan warga yang tengah mencari kerja. “Saat ada lowongan kerja di PT GSI, warga Kecamatan Cikembar selalau memasukan lamarannya ke dinas.

Namun jika mereka berhasil dipanggil perusahaan hingga bekerja, mereka selalu ambil untung yang nggak elok. Namanya cari kerja yah pasti nggak punya uang, niatnya mau cari uang, malah diminta uang,” kesalnya.

Sementara itu, seorang warga Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar yang merupakan karyawan PT GSI I Cikembar yang enggan namanya dikorankan mengaku, praktik pungli pada calon buruh di pabrik sepatu ini sudah lama terjadi.

Loading...
Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button