BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Tarif Pungli di GSI Makin Mahal

“Kalau saya dulu kerja ke PT GSI, hanya memakai uang Rp2 juta. Saat itu pada 2016, saya ingin masuk bekerja di perusahaan sepatu ini, karena tidak panggil-pangil oleh perusahaan, maka terpaksa saya menggunakan calo,” imbuhnya.

Saat dirinya bertemu dengan oknum calo pencaker tersebut, mereka telah mematok harga kepada pencaker mulai Rp2 juta hingga Rp4 juta. “Saat itu, saya disuruh bayar Rp2,5 juta. Namun, karena tidak punya uang maka saya kasih uang pada calo itu Rp2 juta.

Sebelum menggunakan calo, saya sudah dua kali memasukan surat lamaran kerja ke Pos Satpam PT GSI. Namun, karena tidak ada panggilan, terpaksa saya menggunakan calo. Itu pun uangnya hasil dari pinjaman dari teman,” kenangnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kampung Cibodas, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Aas Hasdi Mustawan (53) mengatakan, warga Desa Bojongraharja merasa geram dengan sikap perusahaan tersebut. Pasalnya, salah satu perusahaan padat karya terbesar di Kabupaten Sukabumi ini, kerap menimbulkan masalah terhadap warga sekitar.

“Jangankan untuk orang luar daerah, warga terdampak saja jika ingin masuk kerja ke PT GSI harus memakai uang. Kemarin tetangga saya saat melamar kerja ke perusahaan ini, harus membayar uang Rp3 juta,” jelasnya.

Loading...
Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button