Simulasi Pilpres 2019 di 12 Daerah

Maka dari itu, Bogor mendapat jatah spesimen surat suara lebih banyak dari yang lain. Yakni: 3.550 surat suara dari total 9.023 spesimen yang tersedia. Sedangkan kota dan kabupaten lain, rata-rata mendapatkan 1.000 kertas suara. “Untuk mempermudah perhitungan, pembagian kertas suara kami bagi per daerah pemilihan,” tambah Aswan.

Dalam perolehan suara, paslon 02 unggul di semua wilayah. Semisal di kota dan kabupaten Bogor. Masyarakat yang mencoblos foto Jokowi-Ma’ruf sebanyak 1.231 suara. Sedangkan coblosan untuk Prabowo-Sandiaga mencapai 2.215 suara. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Bandung dan Cimahi. Dari 1.000 kertas suara yang disebar, sebanyak 357 warga mencoblos foto pasangan 01. Sedangkan coblosan untuk pasangan 02 mencapai 592 suara.

Bacaan Lainnya

Meski paslon Prabowo-Sandiaga di atas angin, perlawanan tetap dilakukan paslon 01 di beberapa kota/kabupaten. Misalnya Kabupaten Cianjur, selisih suara antara kedua paslon tidak terpaut jauh. Masyarakat yang mencoblos foto Jokowi-Ma’ruf di kota Santri itu sebanyak 281 suara. Sedangkan coblosan untuk Prabowo-Sandiaga 296 suara. Begitu juga di Kota Depok. Masyarakat yang mencoblos paslon 01 mencapai 330 suara. Sementara coblosan untuk paslon 02 sebanyak 401 suara.

Aswan kembali menegaskan, hasil simulasi pencoblosan di 12 kota/kabupaten ini tidak akan mempengaruhi suara pilpres 2019. “Simulasi ini adalah hal rutin yang kami lakukan menjelang pilkada atau pilpres. Semua itu semata-mata untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan kesiapan warga dalam menghadapi pemilu,” bebernya.

Berkaca dari hasil pilpres 2014 di Jawa Barat, Prabowo juga lebih unggul dibandingkan Jokowi. Dimana pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 59,78 persen suara. Sementara paslon Jokowi-JK mendapat 40,22 persen suara.

(dka/fik/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *