Pertamax Rp12.800, PT Pertamina Sukabumi Klaim Pengguna Meningkat 6 Persen

SPBU
Ilustrasi SPBU

SUKABUMI – Pasca pengumuman turunnya empat jenis harga bahan bakar minyak (BBM), PT Pertamina Sukabumi, mengklaim telah terjadi peningkatan penggunaan Pertamax di sejumlah SPBU yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Hal demikian disampaikan, Sales Branch Manager PT Pertamina Sukabumi, Andi Arifin. Bahwa menurutnya, sejak terjadi penyesuaian harga Pertamax dari Rp13.900 menjadi Rp12.800 perliter, telah terjadi peningkatan pengguna Pertamax yang beralih dari yang sebelumnya menggunakan BBM jenis Pertalite.

Bacaan Lainnya

“Untuk kenaikannya akan terlihat besok pada saat closing penjualan hari ini. Namun untuk estimasi peningkatannya terjadi sekitar 6 persen,” kata Andi kepada Radar Sukabumi pada Rabu (04/01).

Lebih lanjut Andi menjelaskan, meskipun terjadi peningkatan pengguna BBM jenis Pertamax, namun PT Pertamina menilai bahwa untuk stok BBM yang ada di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi dipastikan aman.

“Untuk persediaan BBM di seluruh SPBU di Sukabumi cukup, untuk pertamax tersedia 4000 sampai 5000 liter di setiap SPBU hingga sore hari ini,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Sukabumi, mengumumkan sejumlah harga bahan bakar minyak (BBM) yang mengalami penurunan.

Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Sukabumi, H. Eten Rustadi kepada Radar Sukabumi mengatakan, saat ini Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM JBU atau jenis bahan bakar umum atau BBM NPSO mengikuti tren harga minyak dunia dan mekanisme pasar.

“Harga produk BBM yang turun adalah pertamax, pertamax turbo, dexlite dan pertamax dex,” kata Eten kepada Radar Sukabumi.

Berdasarkan data yang diterima Hiswana Migas Kabupaten Sukabumi, harga BBK TMT 03 Jan 2023 yang mengalami penurunan itu. Yakni, Pertamax Turbo dari Rp15.200 periter menjadi Rp14.050 perliter dan Pertamax dari Rp13.900 turun harganya menjadi Rp12.800 per liter serta Dexlite Rp18.300 kini harganya menurun menjadi Rp16.150 per lier. Sementara, BBM jenis Pertamax Dex dari Rp18.800 turun menjadi Rp16.750 perliter.

“Ada empat jenis BBM yang mengalami penurunan harga pada 3 Januari 2023 itu. Yakni, Pertamax Turbo turun Rp1.150, Pertamax harganya turun Rp1.100 per liternya dan Dexlite turun Rp2.150 serta Pertamax Dex turun menjadi Rp2.050 per liternya,” paparnya.

Selain harga BBM non subsidi turun, pemerintah tetap memberikan subsidi BBM ke produk Pertalite dan Solar.
Selain itu, Pertamina akan tetap menyiapkan program program promo khusus pelanggan setia produk BBM non subsidi seperti promo penggunaan my pertamina.

“Biasanya harga internasional itu, agak merendah. Jadi, mahu tidak mahu pemerintah harus menyesuaikan. Karena, kalau tidak menyesuaikan pasti akan ramai,” bebernya.

Untuk itu, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

“Empat jenis BBM yang mengalami penurunan tersebut, sudah diberlakukan pada 3 Januari 2023 sekira pukul 14.00 WIB. Jadi dengan penurunan harga BBM itu, masyarakat Kabupaten Sukabumi merasa bersyukur juga. Paling setidak-tidaknya dapat mengurangi beban masyarakat saat ini,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait