Kunjungi TGHS, Slamet Dukung Warga Kembangkan Destinasi Wisata

  • Whatsapp
DISKUSI: Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) drh Slamet bersama warga kampung Kampung Sukagalih, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan saat berkunjung ke kantor Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), belum lama ini. DENDI/RADAR SUKABUMI

SUKABUMI – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) drh Slamet, kembali menampung aspirasi warga Sukabumi. Kali ini, legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kota dan Kabupaten Sukabumi itu, telah menyampaikan aspirasi warga yang berada di sekitaran Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) itu, telah melakukan kunjungan kerja ke kantor balai TNGHS.

“Iya, yang pertama saya membangun silaturahmi dengan kepala balai dan menjembatani keinginan masyatakat yang ingin diberdayakan di sekitar taman nasional,” jelas drh Slamet kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, setelah ia melakukan komunikasi dengan kepala balai tersebut, ia mengkau tenyata keinginan warga untuk dibedayakan di sekitaran taman nasinoal tersebut, sudah tersambungkan sejak dulu. Bahkan, kepala balai taman nasional pun sudah memberikan ruang untuk dijalin kembali oleh warga yang berada sekitaran taman nasional.

“Tadi menurut penjelasan kepala balai sungguh luar biasa, paling tidak di sekitar sini sudah ada sekitar 13 kelompok yang diberdayakan yang ada di tiga kabupaten. Hanya saja, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi yang tanda kutip tidak responsif dengan keberadaan taman nasioanal,” ujarnya.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Ahmad Munawir mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terimakasi atas kunjungan anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS drh Slamet yang sudah menyempatkan waktunya utnuk berkunjung ke balai taman nasional tersebut.

“Beliau ini, sudah dua kali kesini menyampaikan aspirasi masyarakat. Jadi memang kalau di taman nasional kawasan konservasi ini, sebenarnya ruang-ruang untuk pemberian akses kepada masyarakat sudah terpayungi dengan aturan-aturan yang ada,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat di Kampung Sukagalih, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan yang dipertemukan atau diantarkan oleh legislator senayan itu, sebenarnya sudah dari dulu bekerjasama dengan balai taman nasional. Bahkan, warga di kawasan kampung tersebut banyak menggencarkan program.

“Iya, banyak program dari situ dan sudah berhasil banyak predikat-predikat penghargaan, muali dari tingkat kabupaten, provinsi. Bahkan sampai berhasil mendapatkan penghargaan dari luar negeri. Seperti beberapa kali melakukan kunjungan ke kampung ini,” bebernya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini balai taman nasional dengan warga setempat memiliki keinginan untuk mengembangkan kembali kawasan wisata alam. Menurutnya, secara aturan hal tersebut dibenarkan. “Alhamdulillah kita sudah mengakomodir di dalam pengelolaan ruang dan sudah di rubah ruang itu menjadi zona pemanfaatan. Sehingga secara regulasi, nantinya masyarakat bisa melakukan upaya-upaya kegiatan wisata di wilayah Kampung Sukagalih ini,” tandasnya.

Untuk itu, kini dirinya mengaku sebenarnya untuk zona pemanfaatan tersebut tinggal di proses dan dirinya tengah mencoba mempersiiapkan terlebih dahulu masyarakatnya. “Nah nanti kalau masyarakat sudah siap, kalau izin sebenarnya bisa kita proses karena regulasinya sudah ada,” timpalnya.

Ketika disinggung mengenai aksesbilitas, dirinya menjawab. Bahwa dirinya merasa aksesbilitas di lokasi terebeut bisa dilihat sendiri. Karena di tempat lain belum terlalu maksimal. Sebab itu, ia berharap kedepannya di masa pemerintahan Bupati Sukabumi yang terpilih agar lebih memperhatikan lagi mengenai aksesbilitas di lokasi tersebut.

“Karena aksesbilitas ini yang saya dengar kan akan menggabungkan dua kawasan Geopark Bogor sama Ciletuh. Nah ini menjadi potensi yang luar biasa dan sangat penting. Salah satunya pengembangan kawasan wisata. Kalau misalkan jalan ini diperbaiki lagi, akan lebih bagus lagi. Saya rasa ide untuk menggabungkan dua geopark ini sangat mendukung, kalau akses jalannya di tunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *