Ini Penyebab, Kantor BPJS Kesehatan ‘Lockdown’

  • Whatsapp
MENUNGGU: Masyarakat yang hendak akan mengurusi keperluan BPJS Kesehatan di Jalan Siliwangi, Kota Sukabumi. Foto:ikbal/radarsukabumi

SUKABUMI- BPJS Kesehatan akhirnya buka suara, terkait penutupan layanan tatap muka di kantor BPJS Kesehatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Menurut Kabid SDM umum dan Komunuikasi Publik, Krisnawati membenarkan bahwa kantor BPJS Kesehatan tutup sementara waktu. Akan tetapi untuk layanan masih tetap berjalan dengan sistem layanan non tatap muka. ” Kita tutup kantor itu mulai di tanggal 5 Januari dan akan buka kembali pada 7 Januari,” katanya.

Penutupan itu kata Krisnawati berkaitan dengan adanya salah satu pegawai BPJS kesehatan yang positif Covid-19 hasil tes PCR. Makanya untuk kenyamanan dan keselamatan bersama, pihaknya menutup kantor sementara. ” Namun jangan takut layanan tetap kita buka,” ungkapnya.

Dijelaskan Krisnawati, untuk saat ini layanan BPJS Kesehatan bisa diakses oleh masyarakat atau peserta melalui online atau non tatap muka. Pihaknya menyediakan empat kanal yang bisa diakses oleh peserta. “Bisa melalui aplikasi JKN, menggunakan akses call center, melalui aplikasi Self Assessment JKN dan layanan administrasi melalui WA khusus kantor layanan sukabumi,” jelasnya.

Sehingga masyarakat tidak usah khawatir dengan penutupan kantor BPJS Kesehatan Sukabumi. Pelayanan masih tetap berlangsung. “Bahkan layanan non tatap muka ini akan berlangsung walupun sesudah Pandemi covid 19. Karena banyak manfaatnya bagi peserta, tidak usah ngantre, tidak mengeluarkan biaya tambahan seperti ongkos menuju kantor BPJS kesehatan. Bisa dilakukan dimana saja sambil menjalankan aktivitas sehari -hari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pelayanan kantor BPJS Kesehatan Sukabumi di Jalan Siliwangi Kecamatan Cikole tidak beroperasi. Hal tersebut membuat masyarakat yang hendak mengurus keperluan BPJS kesehatan kecewa.

Pantauan dilapangan, masyarakat tidak bisa masuk ke area halaman BPJS Kesehatan, mereka kelihatan kebingungan ingin mengurus segala keperluan BPJS Kesehatan. Masyarakat hanya diberitahu oleh Satpam BPJS Kesehatan bahwa kantor sementara di tutup dulu. “Iya tidak tau kenapa jadi tutup. Tadi satpam bilangnya kantornya sedang di semprot disinfektan. Jadi tidak membuka layanan tatap muka,” ujar Warga Caringin, Kabupaten Sukabumi, Aris Yuliandi kepada Radar Sukabumi, (6/1).

Dirinya hanya diberikan selembar kertas oleh Satpam yang berisi layanan lewat Whatsapp dan juga diingatkan bisa melalui aplikasi BPJS kesehatan. “Kalau kata saya sih ribet, kenapa tidak buka layanan tatap muka dengan skala kecil saja padahal mah,” ungkapnya.

Aris mengaku ke BPJS kesehatan ingin mengurusi kartu yang sudah tidak aktif. Juga ingin memasukan anaknya menjadi kepersertaan BPJS Kesehatan. “Bingung saja juga gak tau gimana ini. Padahal saya perlu,” katanya.

Sementara itu, Warga Baros, Deni mengaku kecewa layanan tatap muka tidak ada. Mengapa tidak ada pemberitahuan ataupun layanan yang memang memudahkan masyarakat. “Aneh jam segini kantor layanan tutup. Apalagi ini kantor pemerintahan,” ungkapnya. (Bal)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *