Prostitusi Online di Kota Ini Masih Marak

  • Whatsapp
prostitusi online

RADARSUKABUMI.com – Masih maraknya prostitusi online yang secara terang-terangan di Kota Depok, menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama. Pemerintah, wakil rakyat dan polisi mesti bersatu padu memberantasnya dengan aturan : Peraturan Daerah (Perda) maupun Undang-undang (UU).

Sejauh ini pihak kepolisian belum buka suara terkait maraknya praktek prostitusi online di Kota Depok. Polresta Depok juga tidak secara gamblang program apa yang akan dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Saya cek dulu datanya,” singkat Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus kepada Harian Radar Depok (Radarsukabumi.com Group).

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Depok, Qonita Lutfiyah mengatakan, masih maraknya aksi prostitusi di Jalan Margonda sebagai beranda Kota Depok, dapat mencoreng wajah Kota Religius di Kota Depok. Di periode kedepan, DPRD berupaya memberangus praktek prostitusi.

Qonita mengaku, prihatin dengan masih banyaknya praktek prostitusi terselubung di Kota Depok. Tentunya perlu upaya serius dari pemerintah dan kepolisian untuk mencegahnya dengan menggunakan perda dan UU.

“Periode mendatang, Insya Allah kami akan mendorong perda yang bersinggungan langsung dengan masyarakat Kota Depok. Termasuk perda yang bakal menekan angka kejahatan seks di Kota Depok,” kata Qonita kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (15/10/2019).

Ketua Fraksi PDIP Kota Depok, Ikravany Hilman mengatakan, masalah tersebut menurutnya sudah mengacu ke peraturan perundang-undangan. Tinggal menunggu komitmen pemerintah dan kepolisian untuk menjalankan perda dan UU.

“Undang undang sudah mengatur, tinggal penegakannya saja,” singkat Ikravany.

Informasi yang baru diterima Radar Depok melalui Direct Message (DM) Istagram. Berkembangnya prostitusi online karena ada satu aplikasi yang belum diketahui banyak warga Depok. Dalam Dm-nya, sebut saja CE mengatakan, aplikasi berupa michat.

“Saat menggunakan aplikasi itu saya jadi tahu dan punya pengalaman bahwa harus hati-hati menjaga keluarga kita,” singkat CE.

Sebelumnya, Radar Depok berupaya menelusuri twitter, mungkin sudah tidak asing bagi penikmat seks di Kota Depok memanfaatkan twitter sebagai tempat buruannya mencari pasangan kencan.

Tinggal menulis dikolom pencarian twitter dengan mengetik ‘BO Depok’ atau ‘#bispakdepok’, maka secara otomatis akan keluar nama-nama akun esek-esek di Kota Depok.

Mereka biasanya sudah menempatkan tarif, untuk setiap kali kencan, dia juga telah meyiapkan kamar untuk berkencan, di beberapa apartemen di Kota Depok.

Guna menarik pengunjung beranda twitter mereka biasanya tak segan memajang foto seksi, disertakan tarif, dan tempat dimana mereka berada. Untuk mempermudah pelanggan, akun tersebut juga memasang nomor whatshapp (WA).

Seperti dengan salah satu akun twitter, @Sisil11707399 yang menyertakan nomor whatsapp, di twit-nya. Saat dicoba dihubungi melalui whatsapp, dia seperti sudah tahu bahwa yang menghubungi adalah pelanggannya.

Setelah dihubungi dia langsung menawarkan jasa, ‘Open Bo’ balasan chat pertamanya saat dihubungi Radar Depok. Selanjutnya dia langsung membalas aturan dan harga yang diminta. Harganya tentu bervariasi.

@Sisil11707399 membandrol harga Rp1,2 juta sekali bercinta, harga yang ditawarkan sudah termasuk kamar, dan alat kontrasepsi. Tapi tidak perlu kaget, bisa menawar harga. Dalam perdebatan tawar menawar, mereka kadang menerima meski hanya dibayar Rp500 ribu.

(RD/rub/pojokjabar)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *