Harga Cabai Kian Terjun Bebas

Salah seorang pedagang di Pasar Cibadak, Kelurahan/Kecamatan Cibadak saat melayani pembeli, beberapa waktu lalu.

SUKABUMI — Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi, menyebutkan komuditas cabai dan bawang setiap pekannya mengalami penurunan. Hal utu, terjadi sejak merebaknya Covid-19.

Penurunan harga komuditas cabai merah kriting, cabai rawit dan bawang ini, terjadi di delaoan pasar tradisional. Misalnya saja, pada Minggu ke tiga April 2020, harga cabai merah kriting Rp 25.188 perkilogram dan cabai merah besar Rp 36.500 perkilogram.

Bacaan Lainnya

Pada minggu ke empat harga cabai merah turun menjadi Rp25.063 perkilogram, sedangkan cabai besar naik menjadi Rp36.063 kilogram. “Minggu ke lima Rabu (29/4/2020) cabai merah turun kembali menjadi Rp23.750 perkilogram, sementara harga cabai besar naik lagi seribu menjadi Rp37.063 perkilogram,” kata Kepala Bidang Perdagangan dan Tertib Niaga DPKUKM, Kabupaten Sukabumi, Ela Nurlaela kepada Radar Sukabumi, Senin (4/5).

Lanjut Ela, selain itu cabai rawit juga ikut mengalami penurunan harga, Minggu ke tiga cabai rawit hijau sekitar Rp22.375 perkilogram, di minggu ke empat turun menjadi Rp22.125 perkiligram. Namun di minggua ke lima harga kembali naik Rp1.875 perkilogram menjadi Rp24.000 perkilogram.

“Kalau cabai rawit merah dari minggu ke tiga sampai ke lima mengalami penurunan harga per kilogramnya,” ucapnya.

Untuk harga bawang merah, sambung dia, pada minggu ke tiga dan ke empat harganya mengalami kenaikan berturut-turut. Namun di minggu ke lima kembali turun per kilogramnya. Sementara bawang putih selama tiga pekan ini relatif turun.

“Bawang merah dari Rp45.125 perkilogram naik menjadi Rp. 45.625 perkilogram, kemudian turun di minggu ke empat menjadi Rp45.375 perkilogram. Harga bawang putih minggu ke tiga Rp40.500 perkilogram turun menjadi Rp. 38.813 perkilogram dan di minggu ke lima turun kembali menjadi Rp. 36.250 perkilogram,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan harga tersebut dampak Pandemi Covid-19 sehingga ketersediaan barang banyak sementara pembeli berkurang. “Dari survei yang telah dilakukan oleh kami di 8 pasar tradisional ketersediaan bahan pokok relatif aman,” pungkasnya. (bam/d)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *