Kinder Joy di Sukabumi Hilang, Emak-Emak Girang

Kinder-Joy

SUKABUMI – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memutuskan untuk menghentikan sementara peredaran produk telur coklat merek Kinder.

Hal ini menyusul adanya temuan yang diduga mengandung cemaran bakteri Salmonella.

Bacaan Lainnya

Pantauan Radar Sukabumi di lapangan, makanan coklat merk Kinder Joy sudah tidak ditemukan lagi di beberapa minimarket dan supermarket yang ada di wilayah Kota Sukabumi.

Berdasarkan penelusuran, tidak satupun telur coklat Kinder Joy yang menjadi kegemaran anak-anak dipajang di rak etalase beberapa minimarket dan juga supermarket seperti Ramayana dan Yogya.

Bahkan di beberapa minimarket retail seperi Alfamart dan Indomaret, Kinder Joy sudah tak terpajang lagi di meja etalase makanan.

Salah satu pelayan minimarket modern di Baros, Risa mengatakan, produk Kinder Joy sudah beberapa minggu ini kosong dan belum dikirim lagi ke tokonya. “Belum dikirim lagi. Katanya memang lagi ditarik sama BPOM,” aku wanita yang berprofesi sebagai kasir ini.

Sementara itu, adanya informasi penarikan Kinder Joy oleh BPOM ini ternyata disambut baik oleh para ibu-ibu. Seperti yang diungkapkan Mira (38) salah satunya yang merasa sangat senang jika makanan tersebut ditarik dari peredaran.

Bahkan ia berharap, makanan tersebut ditarik selamanya.

“Yah sangat senang. Karena suka kesel juga kalau anak minta makanan itu (Kinder Joy, Red). Soalnyaharganya mahalbanget. Mana cokelatnya sedikit banget. Udah gitu ada mainannya juga enggak jelas,” tuturnya.

Namun meski begitu, ia pun merasakhawatirkarenamakanan tersebut mengandung bakteri.

“Tapi takut juga sih. Kalau benar ada bahaya juga, apalagi anak saya juga pernah makan,” imbuhnya.

Tak hanya Mira, salah satu ibu lainnya, Maya juga merasa lega jiga makanan tersebut ditarik.

“Bagus lah (ditarik). Apalagi kalau memangbeneranberbahaya, harussegera ditarik,” ucapnya.(wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan