KABUPATEN SUKABUMI

Pergerakan Tanah, PVMBG Keluarkan 10 Rekomendasi

CIKEMBAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, akhirnya menerima hasil kajian dan penelitian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung terkait pemicu pergerakan tanah di Kampung Benda, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman mengatakan, dalam surat bernomor 1643/45/BGL.V/2019 yang ditandatangi Ir Kasbani Kepala Badan Geologi, Kepala PVBMG, bencana yang terjadi di Kampung Benda yang mengakibatkan dua rumah warga rusak berat dan 40 lainnya terancam, disebabkan menurunkan permukaan air tanah.

“Ya, kami sudah menerima hasil kajian ini beberapa hari lalu. Dalam surat tersebut, ada beberapa rekomendasi yang harus dilakukan,” kata Eka kepada Radar Sukabumi.

Berdasarkan pengamatan lapangan dan penyidikan bawah permukaan, gerakan tanah di lokasi bencana tersebut disebabkan interaksi kondisi tanah dan bebatuan penyusun serta perubahan kedalaman muka air tanah. Kondisi ini terjadi akibat tiga hal. Yakni, batuan penyusun dan tanah pelapukan yang bersifat mudah luruh dan bergerak melalui rekahan atau retakan-retakan yang terbentuk.

“Selain itu, bidang lemah berupa kontak antara lapisan tanah penutup yang lapuk dan mengalami retakan selama musim kemarau dengan lapisan di bawahnya yang jenuh dan adanya perubahan kedalaman muka air tanah saat musim kemarau,” ujarnya.

Adapun rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG yaitu, dua unit rumah yang rusak agar direlokasi ke tempat aman dari ancaman gerakan tanah, gerakan tanah berpotensi berkembang jika terjadi peresapan air yang tinggi pada musim hujan, sehingga disarankan untuk menutup retakan dan memadatkannya serta mengarahkan aliran air menjauh dari retakan untuk mengurangi peresapan air.

“Masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan mandiri terhadap perkembangan retakan dan segara melapor ke aparat yang berwenang. Jika retakan berkembang dengan cepat penduduk yang tinggal di sekitarnya untuk segera mengungsi ke tempat aman,” paparnya.

Bukan hanya itu, sambung Eka, PVMBG juga merekomendasikan agar melakukan penataan sistem aliran air permukaan dan limbah rumah tanggan dengan sistem aliran drainase kedap, tidak membuat kolam-kolam penampungan air dan lahan basah pada bagian bawah dan atas mendekati lereng.

“Selain itu, menimbun kembali galian atau lubang tampungan air pada lahan di utara retakan dan rumah yang rusak, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu pergerakan tanah seperti pemotongan lereng secara sembarangan dan penebangan pohon besar berakar kuat serta dalam,” imbuhnya.

Eka menambakan, selain menutup kembali retakan tanah tersebut juga disarankan agar memelihara tanaman pohon berakar kuat, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai daerah rawan longsor dan banjir bandang.

“Masyarakat setempat diimbau untuk selalu mengikuti arahan pemerintah daerah setempat dalam penanganan bencana gerakan tanah. Ini adalah rekomendasi dari PVMBG yang sudah kami terima. Dan, BPBD dengan dibantu pemerintah desa dan masyarakat setempat sejauh ini sudah menutup kembali retakan tersebut dengan tanah. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi retakan yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (bam/d)

Tags

Tinggalkan Balasan