Lina Ruslinawati : Perda Ekonomi Kreatif Dibutuhkan Masyarakat Sukabumi

SOSIALISASI: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Lina Ruslinawati saat sosialisasi perda ekonomi kreatif. (Foto : Dokumentasi Lina)
SOSIALISASI: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Lina Ruslinawati saat sosialisasi perda ekonomi kreatif. (Foto : Dokumentasi Lina)

SUKABUMI — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Lina Ruslinawati menyebutkan penyebaran Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif sangat dibutuhkan masyarakat Sukabumi.

Hal itu terlihat saat mendapatkan respon baik dari masyarakat Desa Cisolok Kecamatan Cisolok Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, masyarakat antusias untuk mengikuti acara tersebut, Bahkan Lina, mengaku peserta yang hadir lebih banyak dari yang direncanakan.

Lina mengaku, saat sosialisasi, Perda yang paling mengena, selain terkait desa wisata adalah terkait ekonomi kreatif. Perda tersebut nomor 15 tahun 2017, tentang pengembangan ekonomi kreatif.

“Tentang ekonomi kreatif, yang berbasis kuliner, seni budaya, itu juga masyarakat banyak yang menyambutnya dengan sangat abtusias),” ujar Lina

Lina mengungkapkan, di Kabupaten Sukabumi ini banyak masyarakat pelaku ekonomi kreatif, apalagi di Daerah Sukabumi Raya ini menjadi lokasi tujuan wisata.

“Jadi ekonomi kereatif ini sangat menunjang wisata, baik yang berbasis cendra mata seni budaya, atau kuliner karena wisata identik dengan kuliner,” kata Lina.

Lina menjelaskan, kuliner- kuliner baru ini identik dengan kekereatifan, jadi makin banyak variannya itu lebih menarik masyarakat luar untuk datang.

“Dengan soialisasi Perda itu juga menarik masyarakat, jadi terbuka untuk menciptakan kuliner baru dengan kekereatifannya, ” tuturnya.

Menurut Lina, Perda itu membuka kesadaran mereka bahwa potensinya sangat banyak, jadi desa itu kalau diberdayakan dan digali potensinya, itu sangat banyak.

Lina mengatakan, pemerintah harus hadir di sana, membangun infrastrukturnya, membantu informasi dan promosi, hingga petunjuk arah wisata ke daerah tersebut.

“Informasi daerah wisata itu harus ada pusat informasinya, sehingga orang-orang luar Sukabumi Raya pada tahu, ” katanya.

Saat ini Ekonomi Kreatif di Jawa Barat hingga kini masih disumbang oleh tiga besar subsektor, yakni kerajinan tangan, kuliner dan fesyen. Untuk kerajinan tangan menyumbang 27,1 persen, kuliner 26,4 persen, dan fesyen 16,7 persen, sedangkan subsektor lainnya total 29,8 persen.(adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *