Damkar Kota Sukabumi Gencar Edukasi Warga, Antisipasi Kebakaran

  • Whatsapp
Damkar Kota Sukabumi
Personel Damkar Kota Sukabumi saat melakukan simulasi kebakaran disalah satu kelurahan di wilayah kerjanya, Rabu (24/11).

SUKABUMI – Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, menggencarkan sosialisasi dan edukasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) baik disetiap instansi pemerintah maupun perusahaan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, Sudrajat menjelaskan, Damkar sudah mulai menggalakan sosialisasi tentang pemahaman penggunaan APAR hingga simulasi ketika terjadi kebakaran.

Bacaan Lainnya

“Sejauh ini kami sudah berupaya melakukan pelatihan dan edukasi kepada warga di setiap keluarahan. Sehingga, warga dapat mengetahui bagai mana caranya menggunakan APAR dengan baik dan benar,” kata Sudrajat kepada Radar Sukabumi, Rabu (24/11).

Menurutnya, sejauh ini perlangkapan alat kebakaran disetiap instansi pemerintahan juga dinilai masih minim. Sebab itu, Damkat berinisiatif untuk mengingatkan agar disetiap instansi menyediakan APAR.

“Sebelum terjadinya kebakaran, tentunya harus ada upaya mengantisipasi sehingga ketika terjadi kebakaran masyarakat bisa berupaya memadamkan api secara mandiri.

Dengan begitu, masyarakat bisa menangani kebakaran sendiri dan ketika api membesar harus langsung melaporkannya ke Dampar,” ujarnya.

Sudrajat menambahkan, setelah adanya sosialisasi ini masyarakat diharapkan bisa melakukan antisipasi dan penanganan saat terjadi kebakaran di lingkungannya masing-masing.

“Tentunya pemadaman kebakaran juga bukan hanya dilakukan Bidang Damkar saja tetapi masyarakat juga harus mengetahui bagai mana cara memadamkan api ketika terjadi kebakaran,” imbuhnya.

Pihaknya menghimbau, masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai potensi kebakaran yang dapat terjadi kapan dan dimana saja.

“Sejauh ini penyebab kebakaran kebanyakan itu karena terjadinya korsleting listrik karena itu masyarakat harus tetap maswada dengan potensi kebakaran yang ada,” pungkasnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *