Janjikan Beasiswa Rp2,1 Juta, Orang Tua Siswa SMPN 1 Sagaranten Sukabumi Ditipu Komite Sekolah Gadungan

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Seorang pria yang mengaku anggota komite sekolah diduga melakukan penipuan kepada orang tua siswa SMPN 1 Sagaranten Kabupaten Sukabumi. Pelaku yang belum diketahui identitasnya menjanjikan beasiswa sebesar Rp2,1 juta.

Kasus ini diungkap oleh Wakil Kepala SMPN 1 Sagaranten Ady Kusumawijaya. Kepada Radar Sukabumi, Ady mengungkapkan kasus penipuan yang menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial SN yang merupakan orang tua siswa kelas VII SMPN 1 Sagaranten berinisial I.

Bacaan Lainnya

“Jadi ibu SN datang ke kami menanyakan perihal pencairan beasiswa. Kami bingung. Beasiswa yang mana? Lalu setelah ditanya informasi beasiswa itu darimana, ternyata dari orang yang mengaku-ngaku anggota komite sekolah sini,” kata Ady kepada Radar Sukabumi, Rabu (25/5).

Ady menjelaskan, SN yang beralamat di Kampung Tanjungsari, Desa Hegarmanah mengungkapkan kronologinya. Bahwa pada Rabu (18/5) lalu, dia didatangi pelaku bapak Mr X dengan berseragam tertentu atau tidak jelas. Ciri-ciri pelaku berpostur tinggi dan mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna hitam.

“Si Mr X itu mengaku anggota komite sekolah. Lalu dia menunjukkan beberapa buku rekening bank, menawarkan agar putra korban berinisial I yang bersekolah di SMPN 1 Sagaranten mendapatkan beasiswa yang akan cair pada hari Jumat, 20 Mei 2022 sebesar Rp2,1jt,” beber Ady.

Pelaku, lanjut Ady, menawarkan dua opsi paket beasiswa pencairan. Yaitu reguler satu kali pencairan atau paket kontiinyu. Pelaku meyakinkan korban bahwa program beasiswa tersebut benar dan pencairan akan mudah diproses.

“Pelaku minta uang sebesar Rp 650 ribu ke ibu SN. Katanya untuk membantu proses pencairan. Setuju si ibu SN. Jadi dikasihkan tujuh lembar uang Rp100.000. Ya, Rp700.000. Si pelaku kasih kembalian uang Rp50.000,” papar Ady.

Ady melanjutkan, pelaku menjanjikan buku tabungan atas nama siswa I berisi dana beasiswa sebesar Rp 2,1 jt diberikan pada Kamis, 19 Mei 2022 pukul 08.00 pagi. Namun dana beasiswa baru bisa dicairkan keesokan harinya, Jumat, 20 Mei 2022.

“Tapi ternyata pelaku tak kunjung datang. Hingga di hari yang dijanjikan. Makanya ibu SN datang ke sekolah menanyakan soal beasiswa tersebut. Ya, kami sudah jelaskan bahwa program beasiswa itu tidak ada. Dan tidak ada anggota komite sekolah atas nama pelaku, ciri-ciri seperti pelaku di SMPN 1 Sagaranten,” papar Ady.

Ady menambahkan, korban ibu SN diketahui belum melaporkan ke pihak kepolisian. Dan berdasarkan informasi yang didapatkannya, Ady mengatakan bahwa kejadian serupa dan modus yang nyaris sama juga terjadi di sekolah lainnya.

“Kabarnya terjadi juga di sekolah lainnya. Dan kasus ini menjadi atensi serius pihak kami saat ini. Harapannya, minimal semoga tidak ada korban lagi,” pungkas Ady. (izo)

Pos terkait