Dinkes Waspadai Jajanan Anak di Sekolah

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com, PALABUHANRATU— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi terus menghimbau masyarakat untuk mewaspadai makanan kususnya jajanan anak yang dijajakan di sekolah yang diduga mengandung bahan berbahaya.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Harun Arasyid mengatakan, untuk memberikan edukasi dan himbauan kepada masyrakat kususnya dilingkungan anak sekolah, pihaknya terus intens melakukan pengawasan terhadap makanan atau jajanan anak sekolah yang rentan menggunakan bahan berbahaya untuk lebih awet.

Bacaan Lainnya

“Jika ada jajanan anak yang kami curiga mengunakan bahan pengawet yang berlebihan, tim akan mengambil sejumlah sampel dari para pedagang untuk diteliti di laboratorium, itu dilakukan untuk mencegah keracunan masal, sebab si Kabupaten Sukabumi cukup banyak kejadian keracunan masal akibat makan atau jajanan,”ujar Harun kepada koran ini, kemarin (11/11).

Lebih lanjut Harun mengatakan, masyarakat bisa teliti dalam membeli jajanan anak, mencurigai jajanan yang di duga penggunaan bahan berbahaya atau pengawet karena secara sepintas warnanya sangat mencolok .

Namun untuk memastikanya perlu adanya penelitian melalui uji laboratorium oleh Dinkes. “Ada sejumlah zat kimia yang dicurigai dan harus di waspada yang terkandung dalam jajanan di sekolah, seperti formalin, borax, dan rodamin,”jelasnya.

Masih kata Harun, berdasarkan penglihatan kasat mata, warna dari makanan tersebut terlihat sangat cerah dan berbeda jika menggunakan pewarna alamiah. Zat-zat berbahaya tersebut apabila dikonsumsi akan mengakibatkan iritasi usus.

Lebih jauh, jika dikonsumsi terus menerus bisa mengakibatkan syok dan berujung pada keracuan. “Secara kasat mata, makanan yang beredar di warung atau sekolah yang mengandung zat berbahaya jika dikonsumsi terus menerus, akan menimbulkan berbagai penyakit atau virus, yang berujung kematian,” tegasnya.

Untuk itu Harun, mengimbau kepada orangtua siswa untuk lebih selektif dalam memberikan uang saku anaknya di sekolah. Akan lebih baik, jika para orangtua memberikan bekal makanan yang disiapkan dari rumah.

“Kami menghimbau kepada para orang tua untuk bisa selektif dalam memberikan jajanan untuk anaknya, sebab tidak besar kemungkinan makanan di sekolahnya tidak higienis dan mengandung bahan berbahaya,”tandasnya.(cr1/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *