Tiga SMK Kota Bogor Terlibat Tawuran Maut di Sukabumi

  • Whatsapp
Tawuran Pelajar Sukabumi Bogor
JANGAN DITIRU : Segerombolan pelajar saat melakukan aksi tawuran dengan menggunakan senjata tajam di ruas Jalan Raya Sukabumi-Bogor, tepatnya di Kampung Benda, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (19/11) sore.

BOGORWakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim kembali mengusulkan untuk menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tiga sekolah yang ada di Kota Bogor. Yakni SMK Yapis, SMK PGRI 2 dan SMK Karya Nugraha.

Dedie mengusulkan untuk menunda PTM menyusul aksi tawuran yang menewaskan seorang pelajar yang dilakukan dari tiga sekolah itu di Jalan Raya Sukabumi, Desa Benda, Keca­matan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (19/11/2021) lalu.

Bacaan Lainnya

“Kita pertimbangkan untuk diusulkan penundaan PTM,” ucap Dedie, Selasa (23/11/2021).

Untuk masalah ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor akan berkoordinasi dengan KCD.

Untuk diketahui, dua kubu pelajar dari tiga sekolah setara SMK di Kota Bogor terlibat tawuran di Kabupaten Sukabumi pada Jumat (19/11/2021).

Nahas, seorang pelajar berinisial FD (16) meninggal dunia usai terluka karena senjata tajam di bagian punggungnya.

Teranyar, sebanyak dua orang pelaku, AH (17) dan AF (16) berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Sukabumi di Perumahan Venesia Mutiara Residence di Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, pada Senin (22/11/2021).

Keduanya hanya bisa pasrah saat diminta anggota polisi duduk jongkok men­ghadap arah kamera.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra mengatakan, ada tiga pelaku yang telah diamankan. Termasuk YS (18) yang berperan menyembunyikan para tersangka.

“Kami telah mengamankan tiga orang, dua sebagai pelaku pembacokan dan satu orang berperan menyembuyikan pelaku. Ketiga orang itu ditangkap di Perumahan Venesia Mutiara Residence, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor,” ujar Dedy dalam keterangannya.

Dari tangan para pelaku, Satreskrim juga berhasil mengamankan barang bukti sejumlah senjata tajam. Antara lain, satu bilah celurit, satu buah griper, dan satu bilah golok.

“Beberapa senjata tajam kami amankan dari tangan pelaku. Senjata itu dipakai pelaku untuk menghabisi nyawa kor­ban saat terjadi aksi tawuran pelajar,” terangnya.

Keduanya tega menghabisi nyawa rivalnya dari sekolah lain. Seorang pelajar SMK Bogor berinisial FD (16) tewas seketika di lokasi kejadian setelah menerima luka di bagian punggungnya akibat bacokan senjata tajam.

Kakak korban, Muhammad Faisal (23), mengatakan bahwa korban yang diketahui asal warga Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, itu merupakan siswa salah satu SMK swasta di wilayah Kota Bogor.

“Waktu kejadian, saya sedang bekerja di pabrik. Namun, tiba-tiba saya mendapatkan kabar melalui telepon seluler dari Rumah Sakit Medicare Cicurug yang melaporkan adik saya telah mengalami kecelakaan lalu lintas,” kata Muhhamad kepada wartawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Se­karwangi Cibadak, Jumat (19/11) malam.

Tidak berpikir panjang, kakak korban langsung bergegas meminta izin kepada pihak manajemen pabrik untuk mendatangi Rumah Sakit Medicare Cicurug menjenguk adiknya tersebut.

“Sesampainya di rumah sakit, saya melihat adik saya belum diberikan tindakan medis oleh petugas rumah sakit. Iya, ka­tanya belum ada pihak kelu­arga yang tanda tangan. Se­telah itu, saya perintahkan untuk secepatnya diberikan pertolongan,” ujarnya.

Tidak lama, jelasnya, tim medis dari Rumah Sakit Medicare Cicurug menyatakan bahwa adiknya sudah meninggal dunia saat masih di lokasi kejadian dengan luka menganga pada bagian pung­gung yang tembus ke bagian paru-paru.

Diduga korban telah dibacok pelajar lain menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Berdasarkan keterangan beberapa teman sekolah korban, tawuran tersebut terjadi se­kitar pukul 15:30 WIB.

“Jadi, peristiwa ini bermula saat adik saya sedang libur di rumah. Karena tidak sedang giliran belajar tatap muka. Lalu ada beberapa temannya datang ke rumah menjem­putnya. Saat itu bilangnya akan nongkrong di warung,” jelasnya.

Ia menduga aksi tawuran te­rebut sudah direncanakan para siswa dari SMK yang ada di wilayah Kota Bogor.(ded)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *