KULINER

Ala Alatas, Jajal Bisnis Kuliner Jepang di Sukabumi

SUKABUMI – Siapa yang tidak kenal Ala Alatas. Ya, wanita bernama asli Wiwi Alawiyah Alatas ini dikenal sebagai pebisnis yang banyak menginspirasi banyak wanita di Indonesia. Memulai karirnya sebagai pengusahaan di usia 18 tahun, Ala Alatas kini sukses dengan beragam bisnis mulai dari properti, medical centre, power plant hingga kuliner.

Baru-baru ini, wanita cantik keturunan Arab itu kembali membuka usahanya di bidang kuliner masakan Jepang dan Thailand. Kafe bernama Suka Suki bertempat di rumahnya di Jalan Pasundan No.123 Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Ala Alatas merintis usaha kafenya tersebut bersama tiga putrinya yaitu Tasya Farasya, Tasyi Athasyia dan Selfie.

Dikatakannya, Cafe Suka Suki sendiri memiliki konsep kafe asyik favorit milenial dengan suguhan dekorasi yang pastinya disukai anak-anak muda yang senang berselfi terutama para selebgram. Sementara untuk masakannya sendiri fokus pada masakan Jepang dan Thailand.

“Jadi memang konsepnya ini kita lebih ke anak muda, jadi kita dua ruangan satu untuk kafe berkonsep taman dengan hiasan bunga dan daun-daunan sehingga konsumen bisa lebih betah dan satu lagi ada ruangan khusus VIP, nah klau yang VIP ini konsep dekorasinya lebih ke artistik Cina gitu jadi terlihat lebih mewah dengan hiasan guci-guci,” ucap Ala Alatas kepada Radar Sukabumi.

Ia tertarik membuka masakan Jepang dan Thailand di Sukabumi lantaran melihat peluang pasar yang begitu besar, apalagi kedua masakan tersebut masih jarang ditemui di Kota Sukabumi.

Selain itu, berawal dari hobinya yang juga pecinta kuliner terutama masakan Jepang membuat ia semakin tertarik untuk membuka usaha baru di tanah kelahirannya itu.

Loading...
Owner Suka Suki, Ala Alatas bersama puterinya Selvi menggunting pita di acara grand opening Suka Suki, Sabtu (7/12).

“Sebenarnya awal buka resto Jepang ini idenya anak-anak, jadi anak-anak aku itu senang dengan masakan Jepang kalau di Jakarta kan sudah banyak dan sekarang kita coba di Sukabumi, dan kebetulan juga rumah di Sukabumi ini kosong jadi kenapa kita enggak manfaatkan untuk bukla resto,” jelas wanita yang pernah meraih penghargaan Smesco Inspiring Entrepreneur Business Award (SEIBA) pada 2016, dan 100 wanita berpengaruh versi majalah Men’s Obsession Edisi Khusus HUT keenam tahun 2010.

Masakan Jepang dan Thailand di Suka Suki ini dijamin memiliki rasa yang berbeda dengan resto Jepang lainnya. Sebab, meski menganut masakan Jepang tetapi soal rasa ia pun menyesuiakan dengan lidah orang Indonesia. Oleh karenanya, racikan yang dimasak pun merupakan racikan resepnya sendiri.

“Jadi kita juga ada rasa-rasa Indonesianya seperti misalnya udon ramen kari, terus ada juga spagethi dengan cita rasa rempah Indonesianya,” ulasnya.

Disinggung soal harga, ia mengaku harga yang ditawarkannya cukup terjangkau dan bersahabat dengan kantong warga Sukabumi.

“Harapnnya dengan adanya Suka Suki di Sukabumi bisa menambah meramaikan perkulineran di Sukabumi, dan warga Sukabumi yang senang masakan Jepang Thailand kenapa enggak coba datang ke Suka Suki saja,” pungkasnya. (wdy)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button