EKONOMI

Rangginang Comot Asal Kota Sukabumi Tembus Manca Negara

×

Rangginang Comot Asal Kota Sukabumi Tembus Manca Negara

Sebarkan artikel ini
Ranginang-Comot-Kota-Sukabumi

SUKABUMI – Orang Sunda pasti tahu makanan tradisional Rangginang, cemilan jenis kerupuk yang terbuat dari beras ketan yang dikeringkan ini biasanya kerap dijumpai di lembaran atau hajatan besar di kampung-kampung.

Namun seiring berkembangnya zaman makanan tradisional rangginang bukan hanya diminati oleh masyarakat Sunda saja tetapi mulai banyak diminati seluruh Indonesia hingga mancanegara. Bahkan saat ini makanan tersebut sudah banyak modernisasi mulai dari bentuk, rasa hingga kemasan yang modern.

Bank bjb Tandamata

Seperti dilakukan pasangan suami istri asal Kota Sukabumi ini membuka usaha rumahan makanan tradisional rangginang ini diminati bahkan penjualannya pun sudah ke seluruh Indonesia dan dujuga luar negeri.

Saprudin (49)dan istrinya Lilis Dayanti (49) memulai usaha rumahan rangginannya tersebut sejak tahun 2020. Dikatakan sang istri, Lilis awal produksi rangginannya itu hanya untuk cemilan keluarganya saja.

“Awal itu karena anak-anak saya senang sama rangginang tapi mereka hanya senang buatan ibu saya, enggak mau dari yang lain, iseng lah saya ke ibu minta resep bikin rangginang jadi bikin sendiri untuk dikonsumsi keluarga awalnya,” terang Lilis.

Karena awalnya bikin untuk keluarga, Lilis membuat rangginang dengan ukuran mini agar mudah dikonsumsi. Hasil rangginangbuatannya itu, ia posting di media social. Namun, siapa sangka jika postingannya itu mendapat banyak respon terutama teman-teman dekatnya.

“Diposting terus banyak yang nanya, yah awal itu ngasih aja ternyata banyak yang respon katanya rangginang buatan saya enak dan ukurannya mini jadi pas untuk dimakan dari situ teman saya nyaranin kenapa enggak dijual aja, akhirnya di 2020 itu coba buat untuk dijual alhamdulilah keluarga juga semua mendukung,” imbuhnya.

Berawal dari iseng itu, Lilis mulai serius mengikuti pelatihan kewirausahaan termasuk mengurus izin halal dan PIRT nya yang juga dibantu sang suami yang ikut membantu memasarkan usahanya itu.

Dan usaha rumahan rangginannya yang sudah berjalan selama 4 tahun itu dibranding dengan nama “Rangginang Comot” Bahkan untuk pemasarannya sendiri sudah tersebar ke seluruh Indonesia.

“Alhamdulilah untuk pemasaran sudah kemana-mana ke Jakarta, Bandung bahkan ke Jambi juga dan yang sekarang rutin mengirimkan pesanan ini setiap bulannya ke Bandara Soekarno-Hatta karena saya masukin ke sana juga itu rutin kita kirim setiap bulan,” terangnya.

Adapun Lilis menyebutkan untuk produksinya sendiri berdasarkan purchase order (PO) namun setiap bulannya ia rutin mengirimkan ke Bandara Soekarno-Hatta.

“Waktu ikut di UMKM Juara, pendamping saya itu menawarkan supaya rangginang saya bisa di jual di etalase di Bandara, akhirnya ikut dan alhamduilah setelah mengikuti proses beberapa seleksi lolos dan sudah 1 tahun ini saya rutin 1 bulan dua kali pengiriman ke Bandara. Tetapi untuk sehari-hari saya enggak pernah stok, jadi produksi kalau ada pesanan saja tapi yah setiap bulan alhamdulilah ada saja yang pesan, tetapi kalau pesanan diluar bandara ini mayoritas mereka pesan ranginang mentah,” ucapnya.

Rangginang Comot di jual dengan varan Harga sesuai ukuran mulai dari harga Rp12 ribu-Rp22 ribu /pouch dengan empat pilihan rasa yaitu rasa pedas, bawang, terasi dan rasa kencur. Lilis mengaku semua bahan yang digunakan merupakan bahan terbaik dan asli.
Dengan penjualannya itu, Lilis pun kerap meraih keuntungan jutaan rupiah perbulannya.

Kini dengan usaha itu, Lilis menargetkan jika usahanya bisa ekspor ke berbagai negara.

“Kita selain penjualannya di dalam negeri juga berharap bisa ekspor, sebenarnya untuk penjualan kita juga udah sampai keluar negeri pakai jasa titip, kebetulan suami saya dosen dan sering ke luar negeri jadi kalau keluar negeri itu suka bawa untuk oleh-oleh kadang suka ada yang pesen terus dikirim ke luar negeri. Jadi yah harapan kami kedepan kita bisa ekspor juga kita bisa buka outlet di luar negeri,” pungkasnya. (wdy)