Pembakaran Limbah Kain PT Citra Sukabumi Menuai Protes, Mencemari Lingkungan

  • Whatsapp
PT Citra Unggul Perkasa
Pembakaran limbah kain yang mengeluarkan kepulan asap tebal dari cerobong boiler PT Citra Unggul Perkasa

SUKABUMI – Warga yang tinggal di sekitaran wilayah PT Citra Unggul Perkasa, tepatnya di Kampung Pasirgabig, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, mengeluhkan soal polusi udara yang dihasilkan dari pembakaran limbah kain yang dikelola perusahaan tersebut.

Bahkan, pada Rabu (08/09/2021), sejumlah warga yang merupakan tokoh masyarakat atau perwakilan dari warga terdampak, datang berbondong-bondong ke lokasi perusahaan, untuk mempertanyakan soal pencemaran udara yang dihasilkan dari pembakaran limbah kain untuk tenaga uap produksi perusahaan tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketua RT 03/03 di Kampung Pasirgabig, Kedusunan Mekarsari, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Ali Muhtadin (46) kepada Radar Sukabumi mengatakan, perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan baju (Garment, red) di wilayah Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar itu, sudah lama melakukan pencemaran polusi udara.

“Iya, ada sekitar enam bulan terakhir PT Citra Unggul Perkasa melakukan pembakaran limbah menggunakan kain. Warga kami khawatir kepulan asap tebal itu dapat berdampak buruk terhadap kesehatan,” kata Ali kepada Radar Sukabumi pada Rabu (08/09/2021).

Menurut Ali, perusahaan tersebut hampir setiap harinya melakukan pembakaran limbah menggunakan kain. Pembakaran tersebut biasa dimulai dari pukul 06.00 WIB sampai jam pulang karayawan.

Bahkan, sampai malam hari hingga karyawan lembur bekerja, kepulan asap tebal itu terus mengepul dari cerobong boiler milik PT Citra Unggul Perkasa.

“Warga sudah berulangkali menyampaikan protesannya kepada saya sebagai Ketua RT perihal pencemaran asap itu. Namun, mereka berhasil kami redam,” paparnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat di Kedusunan Mekarsari, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Rahmat (51) menjelaskan, saat ini warga yang tinggal disekitaran lokasi pabrik PT Citra Unggul Perkasa tengah merasa khawatir.

Lantaran, kepulan asap tebal itu dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap kesahatan. Salah satunya, Inpeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

“Iya, makannya kami bersama sejumlah warga yang merupakan perwakilan dari dua RT di Kampung Pasirgabig, datang berbondong-bondong ke lokasi pabrik untuk meminta pertangung jawaban soal pembakaran limbah kain itu,” katanya.

Sewaktu mendatangi lokasi pabrik, ujar Rahmat, sejumlah warga yang merupakan perwakilan masyarakat yang tinggal di sekitaran wilayah terdampak, akhirnya melakukan musyawarah bersama managemen PT Citra Unggul Perkasa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *