Gelombang Tinggi di Sukabumi Rusak Sempadan Pantai Cipatuguran Palabuhanratu, Begini Kondisinya 

Kondisi sempadan pantai di Kampung Cipatuguran Kelurahan Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi
RUSAK : Kondisi sempadan pantai di Kampung Cipatuguran, Kelurahan/ Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi terkena abrasi akibat diterjang gelimbang tinggi air laut. Selasa, (27/12).(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMIGelombang tinggi air laut yang melanda pesisir pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengakibatkan abrasi terjadi di sepanjang pantai Kampung Cipatuguran, Kelurahan/ Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Pantauan dilapangan sempadan pantai di area kampung Cipatuguran RW 20, dan 21 terkikis beberapa meter akibat tergerus derasnya gelombang tinggi air laut yang melanda dalam beberapa hari terakhir.

Bacaan Lainnya

Adanya peristiwa tersebut, menurut sejumlah warga bukan hal yang pertama, karena sebelumnya gelombang tinggi air laut dengan mengikis sempadan pantai Cipatuguran juga pernah terjadi.

“Masyarakat ingin dibuatkan pemecah ombak, ini dari awalnya dari pemukiman saya setengah kilo, sekarang bisa dilihat pada rusak semua ini pondasinya,” ungkap Wahyu saat diwawancara Radar Sukabumi. Selasa, (27/12).

Dijelaskan Wahyu, dampak gelombang air laut tinggi menurutnya hal biasa, namun sempadan pantai mengalami kerusakan ditambah dampak dari semenjak adamya pembangunan pemecah ombak untuk area PLTU.

“Adanya pembangunan PLTU ini kami dirugikan, karena tanah masyarakat termaduk punya saya hampir habis tergerus ombak, ombak ini lebih besar karena arusnya kenceng narik pasir, kalau tidak ada pemecah ombak dermaga itu PLTU gak bakalan kenceng,” jelasnya.

“Awalnya ini daratan dari bibir pantai itu jauh, hampir setengah kiloan, sekarang lihat sendiri sudah sampai kedaratan ini,” sambungnya.

Untuk itu, kata Wahyu, masyarakat kampung Cipatuguran RW 20 dan 21 berharap adanya tanggul yang besar menyerupai Batu Bintang pemecah ombak di PLTU, karena sejauy ini bukan tidak ada pnanganan, namun karena pembuatan tangggul menggunakan geobag sejauh ini tidak efektif.

“Iya dengan tanggul ini tidak efektik, seharusnya pihak PLTU itu bikin tanggul dengan batu bintang biar masyarakat tenang kan, kalau dengan karung pada rudak lagi, gak diterjang ombak juga rusak sendiri, lihat sendiri bagian bagian karungnya tertarik sama arus, adanya tanggul ini belum efektif,” terangnya.

“Keinginan masyarakat dibuatian tanggul yang besat sekalian, bila perlu batu bintang biar aman masyarakat tentram, kalau gak, masyarakat Cipatuguran pengennya di relakosi karena sudah pada was was disini, saya mau pindah, tapi kemana gak punga tanah kecuali tanah ini, kalau ada diganti rugi sama PLTU saya akan pindah, saya sudah hampir 40 tahunan tinggal disini,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatpolairud Polres Sukabumi AKP Tenda Sukendar kerusakan sempadan pantai Cipatuguran merupaja dampak dari cuaca ekstrim yang melanda dalam dua minggu terakhir ini, dimana kondidi gelombang laut atau ombak cukup dahyat. Kejadian sendiri menurut Tenda berdasarkan hasil pantauan dan laporan dimulai sejak Kamis (22/12/2022) lalu sekitar pukul 14.00 Wib hingga pukul 17.00 Wib.

“Memang angin pada waktu itu cukup kencang berhembus dari laut kedarat mengakibatkan gelombang cukup tinggi dan menghantam beberapa bibir pantai dilokasi sekitar pantai Cipatuguran Batu bintang, ada rumah, warung yang ada sepanjang jalur pantai tesebut terkena abrasi, ada 4 rumah yang kena dampak, dan satu warun sebagian dari dapur tempat dagangannya terkikis ombak,” timpalnya.

Ditegaskan Tenda Sukendar, berasarakan pantauan untuk gelombang tinggi air laut rata rata di pantai selatan ini 2,5 sampai 4 meter, hal itu bisa naik atau lebih tinggi tergantung dari cuaca seperti hembusan angin kencang membuat ketinggian ombak bisa lebih tinggi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *