Protes, Warga Cikembar Sukabumi Tanam Pisang di Jalan Rusak

Warga bersama petugas gabungan saat mencabut pohon pisang yang ditanam di jalan berlubang
PROTES : Warga bersama petugas gabungan saat mencabut pohon pisang yang ditanam di jalan berlubang, tepatnya di jalan Pelabuhan II, Kampung Cibodas, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar pada Selasa (27/12).(foto : ist)

SUKABUMI — Warga Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi kembali menanam puluhan pohon pisang di sepanjang Jalan Pelabuhan II, tepatnya di depan pabrik PT GSI Cikembar. Aksi tersebut, sengaja mereka lakukan sebagai bentuk kekesalan warga. Lantaran kerusakan jalan belum juga diperbaiki.

Salah seorang tokoh pemuda Ruslan Nugraha (36) asal warga Kampung Cibodas, RT 02/04, Desa Bojongraharja kepada Radar Sukabumi mengatakan, aksi tanam pohon pisang ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan warga dan pengguna lalu lintas. Lantaran, pemerintah tak kunjung juga melakukan perbaikan atas kerusakkan jalan yang kondisinya semakin memprihatinkan.

Bacaan Lainnya

“Aksi ini merupakan bentuk kekesalan kami terhadap pemerintah yang terkesan tidak peduli kepada warganya. Padahal jalan itu merupakan akses utama warga dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Makanya, kemarin malam kami bersama warga tanam pohon pisang sekitar 10 pohon di jalan berlobang sepanjang 200 meter, ” kata Ruslan kepada Radar Sukabumi pada Selasa (27/12).

Saat musim hujan, sambung Ruslan, badan jalan dipenuhi kubangan air dan berlumpur. Sementara, saat musim kemarau kondisi jalan selain banyak berserakan bebatuan kerikil juga berdebu. Jika, tidak ekstra hati-hati para pengguna jalan, khususnya kendaraan sepeda motor dapat berpotensi terjadinya kecelakanaan lalu lintas.

“Penyebab, jalan ini cepat rusak hingga bergelombang dan dipenuhi kubangan air ini, karena kerap dilintasi kendaraan berat dari sejumlah perusahaan yang muatannya over load,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cikembar, Polres Sukabumi, IPTU R Panji Setiaji mengatakan, pihaknya membenarkan terkait dengan aksi warga yang menanam pohon pisang di lokasi jalan rusak dan berlobang itu. “Kalau penanaman pohon pisangnya kemarin malam. Itu, katanya aksi spontanitas warga,” jelasnya.

Setelah mengetahui ada aksi tersebut, masih kata R. Panji, ia bersama sejumlah anggotanya langsung bergegas ke lokasi untuk melakukan musyawarah perihal aksi penanaman pohon pisang tersebut.

“Sekarang kita bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kecamatan Cikembar serta perwakilan tokoh masyarakat, sedang melakukan mediasi di Aula Kantor Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar,” ujarnya.

Saat melakukan mediasi, lanjut R. Panji, berdasarkan keterangan warga setempat aksi penanaman pohon pisang tersebut merupakan spontanitas pada waktu malam hari lantaran bentuk kekecewaan warga terhadap jalan rusak oleh kendaraan berat

“Hasil dari mediasi ini, warga yang di wakili oleh Ketua RW dan Ketua pemuda setempat, mereka meminta maaf atas kejadian penanaman pohon tersebut dan juga warga bersedia mencabut pohon pisang yang ada di tengah ruas jalan milik Provinsi Jabar itu,” bebernya.

Pihaknya menambahkan, pasca melakukan mediasi bersama unsur Forkopimcam Kecamatan Cikembar dan warga setempat, warga telah bersepakat akan membuat surat permohonan kepada Dinas Pekerjaan Umum Bidang Bina Marga Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Iya, tujuannya agar jalan yang rusak dan berlobang itu, segera diperbaiki,” tandasnya.

Semantara itu, UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayan II Sukabumi pada Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Ari Haidriyansyah mengatakan, pada tahun anggaran 2022 perbaikan jalan dilakukan penanganan dengan pemeliharaan secara rutin.

Pos terkait