Bupati Sukabumi Tegaskan Tidak Ada Lockdown dan Program Mudik

  • Whatsapp
Penyemprotan disinfektan kendaraan yang masuk ke Sukabumi dalam rangka cegah corona (foto: Dendi/radarsukabumi)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Bupati Sukabumi Marwan Hamami menegaskan pihaknya belum memikirkan wacana kebijakan lockdown dalam rangka memutus penyebaran virus corona atau covid-19 di Kabupaten Sukabumi. Kendati kasusnya sudah lebih dari 2.000 dan 1 positif corona.

“Gak ada, belum ada lockdown,” tegas Marwan Hamami saat meninjau sejumlah pabrik di Kabupaten Sukabumi, Senin (30/3/2020).

Bacaan Lainnya

Berkaitan dengan kegiatan sterilisasi dan lokalisasi covid-19 hari ini, Marwan mengungkapkan bahwa ini adalah upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memutus mata rantai penyebaran corona. Sebab, kata Marwan lagi, dua hingga tiga hari ini terjadi lonjakan yang sangat drastis pada kasus corona di Kabupaten Sukabumi.

“Dua tiga hari ini terjadi lonjakan kasus corona ya akibat masuknya penduduk Kabupaten Sukabumi yang kerja di luar daerah terutama daerah zona merah. Ini memberi perepatan angka ODP dan PDP. Yang kami lakukan adalah memutus mata rantai dari virus tersebut, memang tidak mudah tapi daripada terlanjut menyebar 47 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi akan lebih suliat lagi,” kata Marwan.

Menjawab pertanyaan pewarta mengenai Kecamatan Surade sebagai daerah dengan ODP terbanyak, Marwan menjelaskan Pemkab Sukabumi telah memerintahkan aparat wilayah untuk mendata dan melakukan pengecekkan terhadap warga setempat. Khususnya warga yang bekerja di luar Sukabumi atau pemudik yang telah datang.

“Sudah kami perintahkan semua aparat untuk mendata dan mengecek dan memberikan pernyataan untuk tinggal di rumah,” tutur dia.

Untuk itu, lanjut Marwan, pemkab telah meniadakan program mudik gratis. Marwan pun mengimbau kepada warga Kabupaten Sukabumi untuk tidak melakukan mudik ke luar daerah. Imbauan serupa ditujukan kepada warga Sukabumi yang berada di luar daerah agar jangan mudik saat lebaran nanti.

“Kami harapkan penduduk Sukabumi yang kerja di luar untuk menahan dulu mudik ke Sukabumi sampai persoalan corona ini berhenti supaya tidak banyak memberi penyebaran. Saya kira saudara kita yang ada di Jakarta atau daerah lainnya juga tidak akan ikut program mudik gratis,” terangnya.

Namun untuk pemudik dari luar Sukabumi yang telah berada di Sukabumi, dia menyarankan untuk melaporkan diri ke aparat setempat serta petugas medis di wilayanya. Selain itu diminta untuk isolasi diri selama 14 hari.

“Tapi yang sudah di rumah atau sampai di kampung halaman bisa melakukan isolasi diri sesuai hasil telahaan dari aparat kami di lapangan untuk mengecek keberadaan mereka. Karena kalau hari-hari kemarin tidak terdeteksi secara baik, tapi hari ini data mereka sudah bsa kita pegang,” tuntasnya. (izo/den/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *