KABUPATEN SUKABUMI

Dinkes Wapadai Peyakit Malaria dan DBD

PALABUHANRATU– Guna mencegah selagius mengantisipasi penyebaran penyakit malaria dan demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi terjunkan puluhan juru malaria desa (JMD) dan survailance kelapangan.

Diterjunkanya JMD di sejumlah rawan merah endemik malaria dan DBD seiring akhir-akhir ini diwilayah Sukabumi frekuensi kemarau ke musim hujan terutama di beberapa kawasan penyebaran malaria yang berbatasan dengan perairan Samudera Hindia.

“Mereka bertugas untuk terus intensif melakukan pemantauan terhadap perkembangan dua kasus penyakit tersebut. Dengan harapan penyebaran kasus penyakitnya bisa diminimalisasi, ” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Harun Arasyif, kemarin.(8/10).

Sebelumnya warga di kawasan endemik malaria sangat berharap pemerintah untuk segera melakukan program pengasapan. Namun langkah yang dilakukan Dinkes kali ini berbeda tidak melakukan pengasapan. “Karena pengasapan dinilai tidak efektif, maka pemberangusan jentik dilakukan dengan menerjunkan tim JMD,” ujar dia.

Lebih lanjut Harun mengatakan,selama ini penduduk yang tinggal di kawasan endemik malaria terlalu tergantung pada fogging dalam pemberantasan nyamuk.

Padahal selain fogging yang biasanya dilakukan petugas Dinkes, masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk memberantas nyamuk secara swadaya dan mandiri. “JMD mensosialisasikan cara-cara mencegah malaria antara lain dengan pemasangan kelambu di tempat tidur dan penguatan daya tahan tubuh,” kata Alabani

Dari data Dinkes Kabupaten Sukabumi terdapat sebelas wilayah yang diduga merupakan areal merah penyebaran nyamuk malaria. Tidak hanya di sejumlah pesisir pantai Kecamatan Tegalbuleud, Surade, Ciracap, Waluran, Lengkong, Ciemas, Jampang Kulon, Simpenan, Cikakak, Palabuhanratu, dan Cisolok.

Tetapi pesisir pantai di Kecamatan Simpenan merupakan areal prioritas pengawasan. Tim JMD dan survailance melakukan pengawasan secara intensifkan dengan mendatangi pemukiman rumah warga. “Bila ditemukan ada gejala malaria, JMD diperintahkan melakukan tindakan-tindakan pencegahan dan memberantas nyamuk. Mereka juga akan segera mengambil langkah penanggulangan secepatnya,”pungkas dia.

 

(cr1/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close