Prof Rully: Empat Paslon Belum Memuaskan

SUKABUMI— Debat publik dengan tema curah gagasan Kota Sukabumi yang reureg pageuh Repeh Rapih yang berlangsung di Gedung Juang 45 dianggap kurang memuaskan dari empat paslon yang tampil. Hal tersebut dikatakan, tim perumus debat publik yakni Prof.

Rully Indrawan, menurutnya empat Paslon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi dalam melakukan debat belum memberikan pemaparan dan jawaban yang memuaskan. “Para paslo belum bisa memberikan hasil yang memuaskan dalam debat. Masyarakat membutuhkan yang lebih disebutkan para pasangan calon,”ujar prof Rully Indrawan usai melakukan acara debat publik, Sabtu (12/5).

Bacaan Lainnya

Kurang memuaskannya itu kata Rully karena tidak detailnya jawaban dari para Paslon dan mencerna pertanyaan yang dilontarkan antar paslon. Itu pun dikarenakan durasi yang sangat minimi sehingga paslon tidak mencermati pertanyaan. “Ada beberapa miss konsepsi dan persepsi dari pertanyaan yang dipahami dan dijawab para calon. Waktu membuat jawabaan juga tidak detail.”ujarnya.

Ditambahkannya pada debat kandidat kedua, Rully mengingatkan para paslon tentang fungsi sebagai pemimpin publik. “Ini harus dijadikan catatan penting, menjadi pemimpin itu harus memiliki intelektualitas dan performa yang baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Sukabumi, Hamzah mengatakan dalam kegiatan debat kandidat ini, para Paslon bisa menyampaikan visi misi dan program agar bisa diketahui oleh masyarakat. Sehingga masyarakat bisa lebih mengerti apa yang akan dilakukan oleh Paslon untuk Kota Sukabumi kedepannya. “Masyarakat bisa mengerti dan menentukan pilihannya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Diakuinya debat kandidat pertama yang dipandu oleh moderator Agus Sobar tersebut berjalan damai dan lancar. Apalagi tujuannya untuk menguji visi dan misi setiap paslon. “Alhamdulillah saya rasa ini debat publik berjalan lancar dan paslon bisa menjaga persatuan dan kondisitiftas Kota Sukabumi bersama,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.