Cek di Sini, Program RPL Kemendikbudristek Tawarkan Diskon 25 SKS

LUSTRASI. Wisuda Drive Thru. JawaPos

JAKARTA – Sejumlah kampus menjalankan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui program ini, mahasiswa bisa mendapatkan pengurangan atau diskon bebas Satuan Kredit Semester (SKS). Sehingga proses kuliahnya bisa lebih cepat dari umumnya.

Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Nizam mengatakan, program RPL pada dasarnya adalah mengakui kompetensi yang sudah dikuasai seseorang. Misalnya melalui sertifikat keahlian, masa kerja, dan sejenisnya.
Mantan Dekan Fakultas Teknik UGM itu mengatakan, pada dasarnya kurikulum pendidikan tinggi saat ini pada dasarnya outcome based curriculum. Untuk itu kompetensi yang sudah dikuasai seseorang dapat disetarakan dan diakui melalui program RPL.

Bacaan Lainnya

Nizam berpesan kampus harus bisa memastikan kompetensi yang diakui melalui program RPL itu benar-benar dikuasai calon mahasiswa. “Jadi program RPL tidak sekadar memberikan diskon SKS,” katanya Selasa (24/5).

Salah satu kampus negeri yang menjalankan program RPL adalah Universitas Terbuka (UT). Tahun ini mereka menyetujui permohonan program RPL untuk 28.398 orang mahasiswa. Dengan masing-masing diskon SKS yang diberikan sangat berbeda-beda.

Salah satu mahasiswa UT yang mendapatkan kortingan SKS melalui program RPL adalah Candra Wijaya, atlet bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 lalu. Wakil Rektor IV UT Rahmat Budiman mengatakan dengan capaian prestasi tersebut, ditambah beberapa sertifikat lainnya, Candra Wijaya mendapatkan pembebasan 25 SKS.

“Jadi, Candra Wijaya bisa menghemat dua semester,” kata Rahmat.

Dalam kondisi normal kuliah sarjana diselesaikan dalam waktu delapan semester atau empat tahun. Sementara Candra Wijaya cukup menuntaskan studi selama tiga tahun atau enam semester saja.

Dia mengatakan program RPL juga bisa diajukan oleh lulusan SMA sederajat yang berhasil membangun usaha atau startup. Dia mencontohkan ada anak lulusan SMK, berhasil membuka usaha dengan omset mencapai Rp 1 miliar lebih setiap bulannya.

Dengan capaian seperti itu, anak lulusan SMK tersebut bisa mengajukan program RPL dan mendapatkan diskon SKS. Anak tersebut bisa saja dibebaskan dari mata kuliah manajemen, pemasaran, dan sejenisnya.

Rahmat menegaskan sepakat dengan Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Nizam. Bahwa program RPL tidak sekadar memberikan diskon atau potongan SKS kepada calon mahasiswa.

“Kami melakukan penilaian terlebih dahulu untuk setiap pengajuan program RPL,” tuturnya.

Sehingga tidak sedikit pengajuan RPL yang ditolak. “Yang jelas RPL harus akuntabel,” jelasnya.

Tidak semata-mata menjadi tempat cuci gudang mahasiswa yang tidak lulus di kampus lain. Kampus yang menjalankan program RPL tetap harus menjaga mutu dan sesuai dengan aturan Kemendikbudristek. (hil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan