Srikandi Asal Sukabumi Ini Kandidat Pegawai Berkinerja Terbaik Jabar

UPTD PSDA WS Cisareno Provinsi Jabar
ANTISIPASI BANJIR: Kasi Sundawapan di UPTD Cisadea Cibareno Dinas SDA Provinsi Jabar, Neng Ana Purnama Sari bersama tim BPBD Kota Sukabumi melakukan pemasangan bronjong di Sungai Cisuda Sukabumi.

SUKABUMI – Sepak terjang perempuan asal Sukabumi yang satu ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ya, siapa lagi kalau bukan Neng Ana Purnama Sari.

Perempuan ramah yang kini menjabat sebagai Kasi Sundawapan di UPTD Cisadea Cibareno Dinas SDA Provinsi Jawa Barat (Jabar) tersebut boleh dibilang luar biasa terutama dalam usahanya menjadi garda terdepan merawat sungai supaya tidak terjadi banjir dan tanah longsor.

Berkat kegigihannya itu, Hajjah Ana begitu biasa ia dipanggil, menjadi kandiat Pegawai Terbaik Tingkat Jabar di bulan September 2022.

Menurutnya, prestasi yang didapatkan itu merupakan sebuah kerja keras dan kerja ikhlas. Semua itu dilakukan karena mencari ridha Allah SWT.

“Prinsip yang selalu saya tanamkan adalah bahwa semua pekerjaan itu harus dilandasi dengan ikhlas atau dengan kata lain kita harus kerja ikhlas, kerja keras dan kerja cerdas,” tuturnya kepada Radar Sukabumi, Senin (24/10).

Ia berpandangan bahwa sudah sepantasnya sebagai abdi masyarakat untuk selalu berbuat yang terbaik bagi masyarakat luas.

“Yang paling membanggakan adalah ketika kita bisa berbuat yang terbaik untuk masyarakat Sukabumi dan tentunya keberhasilan dalam bekerja itu juga tidak lepas dari kerja sama yang kita bangun dengan pihak lain,” imbuhnya.

Tidak lupa dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya dari Kota dan Kabupaten Sukabumi yang telah bahu-membahu dan selalu sinergi dalam menjalankan program dari Provinsi Jawa Barat.

Salah satu program yang membawa Ana didapuk sebagai kandidat Pegawai Terbaik Tingkat Jabar bulan September 2022 adalah penanganan Sungai Cisuda Kota Sukabumi dalam mengantisipasi terjadinya banjir yang pernah terjadi beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor pada musim hujan tahun 2022 ini, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno (UPTD PSDA WS Cisareno) Provinsi Jawa Barat melakukan perbaikan aliran Sungai Cisuda yang berlokasi di Kecamatan Baros bersama dengan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi.

Kasi Sundawapan di UPTD Cisadea Cibareno Dinas SDA Provinsi Jabar, Neng Anna Purnama Sari ini mengungkapkan, perbaikan aliran Sungai Cisuda berupa pemasangan tembok penahan tanah dan bronjong sebagai langkah antispasi supaya air tidak meluap seperti beberapa waktu yang lalu.

“Kami bekerja sama dengan BPBD Kota Sukabumi telah melakukan giat pemasangan di beberapa titik sepanjang aliran Sungai Cisuda Kecamatan Baros berupa penahan tanah dan bronjong sebagai langkah antispasi supaya air tidak meluap lagi, meskipun harus diakui mungkin belum maksimal,” terangnya.

Adapun dana yang digunakan untuk penanganan dan pengendalian banjir yang terletak di Kecamatan Baros itu merupakan bantuan dari Provinsi Jabar.

“Adapun dana yang dipergunakan untuk antisipasi banjir ini berasal dari bantuan bapak gubernur melalui PSDA Jabar,” tegasnya.

Bantuan tersebut dipergunakan untuk perbaikan beberapa bagian sungai yang mengalami kerusakan, salah satunya adalah bibir sungai dan bahkan sudah menggerus badan jalan.

Harus diakui, dengan dana yang di dapat dari bantuan Gubenur Jabar belum dapat sepenuhnya menanggulangi banjir akibat dari aliran sungai yang cukup deras.

“Di beberapa titik sudah kami buat tembok penahan tanah supaya tidak longsor dan untuk mengantispasi terjadinya luapan air sungai ke badan jalan juga sudah dibuat bronjong yang berfungsi sebagai tahanan dan semoga dengan semua ini banjir disepanjang Sungai Cibareno ini dapat diminimalisir,” terangnya.

Perempuan murah senyum ini kembali menegaskan, untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan tanah longsor itu bukan hanya tugas dari dinas saja, melainkan tugas semua masyarakat tanpa terkecuali.

“Kesadaran masyarakat akan kelestarian alam, termasuk juga sepanjang aliran sungai ini tugas kita semua dan harus ditingkatkan. Sehingga kami mengharapkan kedepannya dengan kesadaran ini dapat bermanfaat bagi kita, terutama masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai. Mari jaga sungai kita dan harus mulai kita tinggalkan sungai sebagai tempat pembuangan sampah atau dengan kata lain jangan membuang sampah ke sungai,” pungkasnya. (sri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *