Satpol PP Kota Sukabumi Bersih-bersih Jalan Ahmad Yani, PKL Dilarang Berjualan di Badan Jalan

Satpol-PP-Kota-Sukabumi

CIKOLE – Usai mendapatkan pengaduan dari masyarakat, terkait keberadaan Jalan Ahmad Yani yang di tempati para pedagang kaki lima (PKL), Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar), menindak para PKL yang tidak menaati aturan berjualan.

Langkah ini dilakukan karena keberadaan PKL menyebabkan kemacetan lalu lintas dengan berjualan di badan jalan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, Ayi Jamiat mengatakan, penertiban tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengawasan terhadap para PKL di Jalan Ahmad Yani yang rutin dilakukan setiap hari.

Di Jalan Ahmad Yani tidak boleh ada PKL menggunakan roda dorong berjualan di badan jalan, karena menimbulkan kemacetan.

Sehingga setiap hari menempatkan petugas untuk melakukan pengawasan dari pukul 09.00 WIB pagi sampai 18.00 WIB sore, ujar Ayi, Senin (6/5).

Pada Jumat pekan lalu terang Ayi, dilakukan tindakan terhadap beberapa pedagang yang dinilai membandel karena menempatkan gerobak yang digunakan untuk berjualan di badan jalan. Meskipun sebelumnya telah diberikan himbauan serta teguran.

Ayi menerangkan, adapun untuk para pedagang yang membandel, pihaknya melakukan tindakan berupa menyita sejumlah tabung gas 3 kilogram milik para PKL. Ada delapan PKL yang membandel kita sita alat jualannya, dan ada 20 PKL yang kita usir tidak boleh berjualan disana. Ini (pengawasan) setiap hari dilaksanakan, termasuk pada akhir pekan, tegas dia.

Selain di Jalan Ahmad Yani lanjut Ayi, pengawasan terhadap PKL dilakukan di sejumlah ruas jalan lainnya seperti Jalan Sudirman dan Jalan Perniagaan.

Berikutnya pengawasan di Kawasan Alun “ alun, Lapang Merdeka, Kawasan Pedestrian Ir H Juanda (Dago), Jalan Sudirman, Bhayangkara, termasuk di beberapa ruas jalan sekitar Pasar Pelita.

Ayi menuturkan, PKL di Jalan Ahmad Yani yang berjualan menempel di badan toko dan tidak memakan tempat masih ditoleransi. Akan tetapi yang memakan tempat ditertibkan dan di- pindahkan ke lokasi lain.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *