Bupati : PID Harus Sesuai dengan Potensi Desa

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat melihat beberapa program inovasi desa pada Bursa Inovasi Desa Zona IV, di Palagan, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda.

PARUNGKUDA – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menegaskan inovasi desa harus berdasarkan potensi yang ada di desa masing-masing. Dalam pelaksanaannya, disesuaikan dengan kebutuhan serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Inovasi desa merupakan perwujudan dalam membangun desa dengan berbasis potensi. Karena itu diharapkan inovasi desa dilakukan melalui perencanaan yang matang, diputuskan bersama dan dapat diimplenetasikan sesuai degan kebutuhan serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Marwan Hamami dalam moment Bursa Inovasi Desa Zona IV, di Palagan, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, kemarin.

Bacaan Lainnya

Menurut Marwan, Bursa Inovasi Desa (BID) merupakan siklus penting dalam pelaksanaan program inovasi desa (PID). BID merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa, serta media belajar bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk memperoleh referensi pendukung pembangunan desa.

“Dan kami pastikan, Pemkab Sukabumi sangat mendukung BID sebagai program strategis untuk percepatan pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.

Dikatakan Marwan, UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa menyiratkan optimisme pembangunan desa berdasarkan potensi yang ada. “Inovasi desa merupakan perwujudan membangun desa berbasis potensi, karena itu diharapkan inovasi desa dilakukan melalui perencanaan yang matang, diputuskan bersama dan dapat di-implenetasikan sesuai degan kebutuhan serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ulasnya.

Sebagai bentuk inovasi itu, Marwan menyebutkan inovasi desa harus jadi program terobosan yang bisa memberikan multiplier effect dan solusi atas permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat khususnya di pedesaan.

“Inovasi desa merupakan metode kreatif tapi tetap harus sesuai dengan potensi lokal dan kearifan budaya. Sehingga daya dukung serta partisipasi masyarakat akan tinggi, masukan program-program inovasi desa dalam Musrenbang desa sehingga bisa dikawal dan relevan dengan Musrenbang di atasnya,” jelasnya.

Selain itu, prinsif one vilage one product juga merupakan pilihan inovasi ideal. Jadi inoavsi itu diyakininya dapat mendukung potesi unggulan dimasing-masing desa. “Karena itu perlu ada sinergitas antar unsur pemerintahan desa supaya terbangun kebersmaaan dalam perencanaan serta proses meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ren)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *