Cabe-Cabean jadi ‘Ratu’ di Pasar Sukabumi

  • Whatsapp
Pemandangan di Pasar Tradisional Cisaat, Kecamatan Cisaat

SUKABUMI – Awal pekan Desember 2020, harga komoditas jenis cabai mendominasi di berbagai pasar tradisional Kabupaten Sukabumi. Dampak musim hujan terhadap tanaman cabe dan permintaan yang meningkat menjadi faktor harga bahan dasar sambal ini terkoreksi merangkak naik.

Hasil monitoring Dinas Koperasi Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (DKPUKM) Kabupaten Sukabumi di sejumlah Pasar Tradisional Kabupaten Sukabumi menunjukan, harga cabai merah keriting dibanderol dengan harga Rp39.000 atau naik 10,25 persen dari pekan sebelumnya. Kemudian cabai besar dibanderol Rp 45.375 atau naik 15,61 persen dari pekan lalu. Berikutnya cabai rawit merah Rp35.125 atau naik 15,64 persen dari pekan lalu.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Distribusi, Tertib Niaga dan Perdagangan DKPUKM Kabupaten Sukabumi, Iwan Wirawan mengungkapkan, sejak pekan lalu komoditas jenis cabe terus mereangkak naik. Adapun faktornya sendiri yakni hukum pasar, dimana permintaan tidak seimbang dengan ketersediaan sehingga harga terkoreksi naik.

“Sejak pekan lalu sebenarnya, harga jenis cabe ini naik terus, ya faktornya karena permintaan lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan, selain itu kan ini musim hujan juga, pastinya itu berdampak pada produksi cabe,” ungkap Iwan Wirawan kepada Radar Sukabumi, Jumat (4/12/2020).

Adapun bahan-bahan pokok dan penting lainnya menjelang akhir tahun masih terpantau cukup stabil. Artinya, fluktuasi harga, ketersediaan hingga distribusi masih berjalan dengan cukup baik. Walaupun demikian, pihaknya bakal terus melakukan pemantaun untuk memastikan bapokting akhir tahun terkendali.

“Untuk komoditas lain dan bapokting masih relatif stabil, artinya kenaikan dan penurunan harga masih dalam batas kewajaran hingga saat ini, kami pun terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk menjamin ketersdiaan akhir tahun,” tutupnya.

Sementara itu, Arif salah seorang pedagang sayuran di Pasar Tradisional Cisaat mengaku harga cabe setiap pekannya terus merangkak naik. Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak karena harga dari distributor juga naik dibandingkan sebelumnya.

“Kalau cabe naik terus, permintaan dari konsumen pun meningkat terutama yang melangsukan hajatan dan lainnya,” pungkasnya. (upi/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *