Waduh! Harga Tiket Pesawat Rute Bandung-Medan Rp21 Juta

ILUSTRASI: Tiket pesawat mahal.

RADARSUKABUMI.com – Mahalnya harga tiket jelang lebaran terutama tujuan Bandung-Medan telah menjadi perbincangan hangat sejak kemarin. Padahal bagi pemudik, lebaran ini adalah momen penting untuk bisa berkumpul dengan keluarga. Tapi, jika harus sampai Rp21 juta, jelas masyarakat dibuat pusing tujuh keliling.

Harga tiket tembus puluhan juta itu terpantau pada penjualan online, Traveloka, Rabu (2/5/2019). Jika terbang dari Bandung ke Medan, sudah tidak tersisa kelas ekonomi. Mau tidak mau pemudik harus memilih kelas bisnis Garuda Indonesia dengan harga termurah Rp13.400.700 dan termahal Rp 21.920.800. Itu pun harus transit kali dengan total waktu tempuh 11 jam hingga 15 jam 55 menit.

Bacaan Lainnya

Sementara, untuk kelas ekonomi Jakarta-Medan pun sudah tidak ditemukan. Sementara kelas bisnis masih tersedia dengan harga Rp9.942.600 untuk Garuda Indonesia yang waktu tempuhnya 2 jam 15 menit.

Misalnya, penerbangan 31 Mei rute Jakarta-Medan yang paling murah adalah Rp 3.747.000 untuk kelas ekonomi dengan maskapai Lion Air dan harus transit di Kuala Lumpur untuk ganti maskapai Batik Air. Untuk penerbangan dengan kelas ekonomi tinggal tersisa itu saja. Pilihan lainnya adalah kelas bisnis. Ini pun harganya lebih mahal lagi yaitu Rp 9.943.500 untuk maskapai Garuda Indonesia.

Dilansir dari detikfinance, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan, pada dasarnya Garuda Indonesia tidak punya rute penerbangan langsung Bandung-Medan. Yang bikin harga tiket tersebut bisa mahal karena transit di beberapa kota.

“Harus dicek, kalau di Traveloka dia mencari seat yang kosong sistemnya, semuanya diaduk-aduk. Jadi Garuda, Lion Air, Wings Air atau apa diaduk-aduk sama dia sistem bekerjanya begitu. Tapi kalau dilihat detail itu transitnya ada berapa,” ujarnya, Rabu (29/5/2019).

Bila dilihat lebih detail di Traveloka, penerbangan tersebut tercatat 2 kali transit yaitu Bandung-Bali, Bali-Jakarta, baru Jakarta-Medan. Transit tersebut tetap menggunakan maskapai yang sama, yaitu Garuda Indonesia.

Menurutnya tidak mungkin orang yang tinggal di Bandung ingin ke Medan mau transit dulu ke Denpasar, lalu ke Jakarta baru ke Medan. Mereka biasanya memilih menempuh jalur darat ke Bandara Soekarno-Hatta lalu naik pesawat ke Medan.

“Nggak mungkin lah (mau transit ke Denpasar), harganya mahal, membuang-buang waktu dan itu pekerjaan aneh juga sih,” ujarnya.

Ikhsan mengatakan, transitnya masih satu garis lurus dengan tujuan utama masih masuk akal dan orang bersedia, misalnya terbang dari Jakarta ke Palembang, dari Palembang baru lanjut ke Medan.

“Nggak mungkin dia mau ke Medan ke Denpasar dulu, terus ke Cengkareng lagi baru Medan,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan harga yang tertera di situs penjualan tiket online tersebut, adalah kombinasi penerbangan yang disusun layanan penyedia tiket tersebut. Jadi sebenarnya sama saja membeli tiket pesawat untuk sejumlah rute penerbangan, yaitu Bandung – Denpasar 1 tiket, Denpasar-Cengkareng 1 tiket, dan Cengkareng-Kualanamu 1 tiket. Jika ditotal bakal jadi lebih mahal.

“Jadi orang biasanya keliling ke mana dulu, jadi waktu terbangnya (tanpa transit) hanya 2 jam itu bisa 6 jam sampai 7 jam,” ujarnya.

Namun, dia tak membantah catat penerbangan kelas bisnis Jakarta-Medan yang harganya mencapai Rp 9.943.500. “Kelas bisnis itu kan Rp9 jutaan lebih ya memang, kelas bisnis memang tinggi. Yang diatur kan kelas ekonomi ya, memang kelas bisnis itu kan dia sangat fleksibel harganya,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nur Isnin Istiartono menjelaskan pihaknya sudah mulai berkoordinasi dengan agen travel online.

“Iya sedang berkoordinasi bagaimana itu bisa dinetralisir lah nggak tahu gimana caranya, kan itu memang masalah (agen travel) online kan. Kami akan berkoordinasi,” katanya di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019).

Dia pun mengingatkan agar masyarakat yang membeli tiket secara online berhati-hati. Pasalnya di agen travel online ada juga tiket pesawat yang dijual dengan transit. Misalnya Jakarta tujuan Medan transit dulu ke satu atau lebih bandara di kota lain. Kasus yang sama terjadi untuk penerbangan Bandung-Medan Rp21 juta yang harus transit beberapa kali.

Adanya transit ini lah yang membuat tiket pesawat menjadi mahal karena jarak yang ditempuh menjadi lebih panjang, dan lagi total tiket yang harus dibayar adalah untuk beberapa penerbangan.

(dtc/nin/pojoksumut/izo/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan