BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Limbah Tambang Kuarsa Disoal, Akibat Dugaan Cemari Sungai

Akibat kejadian tersebut, tak jarang warga mandi dan mencuci dilakukan pada malam hari. Karena, pada malam hari peratambangan tidak beroprasi sehingga air pun tidak terlalu keruh. Ada juga, sebagian warga yang memanfaatkan Sungai Cikolawing yang jaraknya lebih jauh sampai satu kilometer dari pemukiman warga setempat.

“Mau bagaimana lagi, sungai disini tidak bisa digunakan. Ya, terpaksa banyak warga yang mencuci maupun mandi malam. Tapi, ada juga yang memanfaatkan Sungai Cikolawing untuk sekedar mandi dan cuci baju,” imbuhnya.

Menurutnya, akibat pencucian tambang kuarsa tersebut sangat merugikan masyarakat sekitar. Terlebih, saat ini tengah musim kemarau dimana air sumur warga mulai surut. Otomatis, dengan kondisi itu hampir semua warga mengeluh. Hingga, sempat hendak melakukan aksi demo kepada pihak perusahaan.

“Kami sempat mau demo, tapi tidak jadi karena mungkin waktu itu sudah mulai musim hujan dimana air sumur kembali normal. Tapi sekarang, sudah mulai surut lagi hanya bisa untuk minum dan masak saja,” celotehnya.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Naji (59) yang mengaku, menyayangkan pihak perusahaan yang membuang limbahnya ke Sungai Cimahi sehingga menimbulkan lumpur dan keruh. “Ini jelas sudah pencemaran, maka dari itu kami harap, pihak pemerintahan bisa mencari solusi agar Sungai Cimahi bisa di gunakan warga. Kasihan warga,” harapnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button