Bayi Tanpa Tempurung Kepala Asal Jampangtengah Meninggal Dunia

  • Whatsapp
tanpa tempurung kepala
Sejumlah masyarakat dan pihak keluarga duka saat memakamkan bayi Asyifa yang lahir tanpa tempurung kepala di Kampung Gununggedongan, RT 20/03, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah pada Kamis (02/09).

SUKABUMI – Kalimat duka dan belasungkawa akhirnya terucap pula kepada Asyifa, bayi asal Kampung Gununggedongan, RT 20/03, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah yang mengidap anenchepaly.

Yakni sebuah penyakit terhadap bayi baru lahir yang dalam hal ini tanpa tempurung kepala. Ya, bayi Asyifa akhirnya meninggal dunia pada Kamis (02/09).

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Panumbangan, Lalan Jaelani kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya telah mendapatkan kabar duka perihal kematian Asyifa dari bidan desa.

“Saya mendapatkan kabar duka itu melalui aplikasi WhatsApp. Bahwa neng Syifa yang merupakan bayi yang lahir tanpa kepala, telah meninggal dunia pada pukul 01.30 WIB dini hari. Kabarnya dari Ibu Siti sebagai Kader Posyandu Desa Panumbangan,” kata Lalan kepada Radar Sukabumi pada Kamis (02/09).

Setelah mendapatkan kabar duka tersebut, ia bersama perangkat Desa Panumbangan langsung menyambangi rumah kediaman Mudrikah (25) dan Mitasari (27) yang merupakan orangtua dari bayi malang itu.

“Neng Asyifa sudah dimakamkan oleh keluarganya bersama warga di tempat pemakaman umum (TPU) yang lokasinya tidak jauh dengan rumah duka sekira pukul 08.00 WIB,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bayi mungil itu telah melahirkan melalui operasi sesar di Rumah Sakit Kartika Kota Sukabumi pada Selasa (24/08/2021) lalu. Pihaknya mengaku, sudah berupaya maksimal membantu kelurga bayi tersebut untuk segera mendapatkan penganan tim medis.

“Kita juga sudah bawa bayi itu ke Puskesmas Jampangtengah untuk mendapatkan penanganan medis. Hanya saja, sewaktu akan di rujuk ke rumah sakit yang ada di Kota Sukabumi, orangtua bayi itu menolaknya. Hingga bayi itu di bawa kembali oleh orangtuanya di Puskesmas Jampangtengah,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *