KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

63 KK Terdampak Banjir

SUKABUMI – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Sukabumi setidak membuat sejumlah lokasi di lima kecamatan di Kabupaten Sukabumi terkena dampak. Rata-rata luapan air dari sungai itu membanjiri permukiman, dan fasilitas umum.

Dari lima kecamatan, empat di antaranya sudah masuk dalam data laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. Keempat kecamatan yang perkampungannya terendam itu yakni, 60 rumah di wilayah Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu berikut kantor Kelurahan dan Puskesmas Palabuhanratu, saluran irigasi jebol seluas 5 meter dan 5 hektar sawah terendam di Kampung Jaipong, Kecamatan Cikakak.

Dua rumah rusak dan irigasi jebol di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok. Di Sukasari, Kecamatan Kalibunder, banjir bandang juga menerjang hingga jembatan penghubung antar kampung putus. “Baru empat kecamatan yang menyampaikan laporan dampak hujan deras Sabtu kemarin,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani kepada Radar Sukabumi, kemarin (25/3).

Di tempat terpisah, Camat Ciemas, Lesto Rosadi menyebutkan, di wilayahnya juga terjadi banjir hingga menutupi badan jalan. Jalan yang terendam banjir itu di Mandrajaya, Jembatan Ciletuh di Ciawet juga terendam.

“Setiap intensitas hujan tinggi, jalan itu selalu terendam karena air dari sungai meluap dan air laut pasang. Sehingga, air tertahan dan meluap ke badan jalan,” kata Lesto.

Ia menyebutkan, pihaknya juga sudah membahasnya dalam musyawarah pembangunan kecamayan (musrenbangkec) dan sudah diusulkan ke Musrenbang Kabupaten agar Jalan Ciawet segera ditinggikan. “Insya Allah perbaikannya tak akan lama lagi. Jadi kalau hujan tidak terendam lagi,” paparnya.

Ketua Laskar Laut Palabuhanratu, Iwan Bule menyebutkan, akibat hujan lebat juga mengakibatkan Sungai Cipalabuan meluap ke Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP). Kendati tak merusak barang, namun akibat luapan air itu membuat seluruh lokasi menjadi kotor oleh lumpur dan sampah.

“Alhamdulillah tak ada perahu yang rusak. Hanya aktivitas sempat terhenti sejak pukul 5 subuh sampai pukul 9 pagi,” jelasnya.(ryl)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close