Pencairan Anggaran Pendidikan Informatika Terganjal Daerah

FOKUS: Mapel informatika kembali dikenalkan di lingkungan sekolah. Kehadiran mata pelajaran menjadi tantangan tersendiri bagi guru yang mengasuhnya.

RADARSUKABUMI.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi memasukkan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) ke dalam kurikulum nasional melalui mata pelajaran informatika.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Permendikbud Nomor 35 dan 36 Tahun 2018 tentang Kurikulum 2013. Sebuah langkah maju dalam membekali anak bangsa menghadapi revolusi industri 4.0.

Bacaan Lainnya

“Kuburkan nomenklatur Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), karena sudah resmi ada mata pelajaran (mapel) informatika. Segera buat Musyarawah Guru Mata Pelajaran (MGMP) informatika,” kata Pengamat Pendidikan Abad 21 Indra Charismiadji di dalam rapat kerja nasional guru-guru TIK se-Indonesia di kantor Kemendikbud, Jakarta.

Dia menysyebutkan, tahun ini Kemendikbud akan menggelontorkan anggaran pendidikan sekitar Rp840 miliar yang larinya ke MGMP. Bagi daerah yang belum memiliki MGMP Informatika, Indra menyarankan untuk segera membentuknya. Sebab, syarat mendapatkan bantuan pusat harus ada MGMP.

“Pemerintah pusat sebenarnya sudah teken, tapi yang punya sekolah (daerah) tidak mengerti bagaimana mengelolanya. Banyak Dinas Pendidikan yang tidak paham,” kata Indra.

Temuan Indra di lapangan, penempatan kepala dinas pendidikan banyak yang tidak tepat. Seperti insinyur teknik atau dokter ditempatkan jadi kadis pendidikan. Bahkan ada kadis pemakaman dimutasi jadi kadisdik. Alhasil dia tidak paham tata kelola guru.

Pos terkait