AKB Kota Sukabumi Diterapkan Mulai 6 Juni

  • Whatsapp
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi meninjau persiapan adaptasi kebiasaan baru (AKB)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Kota Sukabumi akan melakukan Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) mulai tanggal 6 Juni, Sabtu mendatang. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi untuk memastikan masyarkat tetap dapat menjalankan protokol kesehatan pada masa new normal atau AKB.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menjelaskan, adaptasi kebiasaan baru di Kota Sukabumi akan mulai diberlakukan mulai 6 Juni. Pihaknya, telah melakukan pemantauan dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada warga hingga para pedagang pasar.

Bacaan Lainnya

“AKB mulai 6 Juni, kami terus melakukan pemantauan dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya, Rabu (3/6).

Fahmi menegaskan penerapan AKB harus tetap diikuti dengan kedisiplinan diantaranya tetap menggunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah.

“AKB bukan berarti masa penanggulangan Covid–19 selesai, tetapi AKB merupakan sebuah tahapan dalam masa penanggulangan untuk menggerakkan perekonomian secara bertahap,” terangnya.

Selain itu, Pemkot Sukabumi bersama unsur TNI Polri mengajak masyarakat dan menyadarkan bahwa pandemi belum usai dan akan memasuki tahap selanjutnya ingin Sukabumi ke zona hijau. Rencananya, ke depan akan dibuat kembali posko dititik tertentu yang meminta masyarakat tidak euforia bahkan meningkatkan kedisiplinan.

“Ada titik pengendalian yang digunakan untuk kontrol kedisiplinan, harapanya warga bisa melanjutkan roda perekonomian dengan bentuk yang baru menerapkan standar protokol kesehatan yang baik,” ujarnya.

Penerapan AKB berupa pengendalian kepada warga karena khawatir ada euforia karena masuk zona biru. Nantinya akan dilakukan evaluasi secara rutin dengan harapan dapat naik menjadi zona hijau.

“Rumah makan dan cafe dibatasi waktu buka sampai pukul 22.00 WIB dan kapasitas makan ditempat 50 persen dari kapasitas normal. Sementara panduan AKB sedang dibuat yang akan disebarluaskan dan disosialisasikan,” pungkasnya. (upi/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *