KOTA SUKABUMI

Melihat Pengrajin Pembuat Katepel asal Balandongan Sukabumi

Mulai Dilirik Pasar Internasional

RADARSUKABUMI.com – Permaian tradisional katapel sudah dikenal sejak zaman dahulu. Namun alat ini, sempat menghilang seiring tergerus kemajuan zaman. Katapel sendiri pada zamannya, dikenal sebagai permaianan anak -anak untuk berburu hewan kecil.

Namun siapa sangka, pada zaman Romawi dan Yunani kuno katepel merupakan senjata ampuh digunakan untuk berperang mengusir musuh. Alat katepel sekarang, jauh lebih baik dan modern meski penggunaannya masih tradisional. Alat ini, terjual bebas dari mulai pabrikan hingga hand made dapat dibeli dimana saja melalui toko online.

Laporan, Ikbal Zaelani

KATAPEL buatan Endi Setiadi atau lebih dikenal dengan Acun Boomerang kini tengah dilirik para pecinta alat tradisional. Bahkan, katapel hasil karyanya yang dibuat di Jalan Balandongan , Kecamatan Baros Kota Sukabumi itu, sudah mampir ke mancanegara seperti Malaysia, Jerman hingga Portugal.

Sebelumnya Acun yang juga pembuat alat tradisional boomerang pun sudah memasarkan hasil karyanya ke berbagai pelosok negara. “Membuat boomerang masih sih, cuman saat ini ditengah kondisi pandemi corona saya coba beralih ke katepel karena kalau boomerang sulit promonya karena harus ditempat ramai” katanya.

Terlebih kata Acun, boomerang juga harus membeli bahan baku dari luar kota. Karena kondisi pandemi jadi sulit karena transportasi juga dibatasi. “Kalau katapel bahannya tidak begitu sulit, saya cari sendiri. Biasanya saya menghubungi para penebang pohon disanalah saya mendapat bahan buat katapel,”ujarnya.

Dari sanalah Acun mencoba membuat katapel sendiri, dari ranting kayu pilihan seperti Kayu Pornis, Seno Keling, Jati, Mahoni (Kayu Keras) dan lainnnya. Kemudian coba dijualnya, dan ternyata banyak yang minta dibuatkannya.

“Katapel yang saya buat, dari bahan kayu keras pilihan. Setelah jadi saya buat, saya demo di akun media sosial saya. Alhamdulillah ada yang beli,”bebernya.

Apalagi saat ini, Katapel mulai digandrungi didorong oleh banyak komunitas olahraga katepel bermunculan. “Karena pengalaman saya membuat boomerang, dari sana banyak pesenan untuk dibuatkan katapel,”ucapnya.

Pembuatannya memang cukup lumayan lama, dari mulai mencari bahan pilihan hingga proses pembuatan dari satu hari sampai tiga hari tergantung tingkat kesulitan. Acun membandrol katepelnya, dari mulai harga Rp150 ribu hingga Rp1,2 juta tergantung tingkat kesulitannya.

“Proses pembuatannya cukup lama, diukir menggunakan alat serutan kecil untuk kembuat lekukan lekukan. Terlebih, ukuran harus sama dan gagangnya harus disesuaikan dengan tangan,”pungkasnya.

Sementara itu, penggemar permainan Katapel Adi Hidayatullah dan Hambali yang tergabung dalam komunitas Sukabumi Ngabandring mengaku, dirinya suka bermain katepel baru satu bulan ini saat bulan Ramadhan sambil menunggu waktu berbuka puasa.

“Baru satu bulan, alhamdulillah sekarang bisa mengenai target karena sering latihan meski awal awal sulit,”katanya.

Untuk Katepel yang dimainkannya, Adi lebih memilih katepel buatan tangan (hand made) ketimbang pabrikan. Meski harga jauh lebih mahal, buatan tangan seperti karya Acun ini sangat baik. ” Makanya saya selalu membeli disini, beberapa katepel koleksi buatan Acun sangat baik dan akurat,”ujarnya.

Harapannya kedepan, melalui komunitasnya akan mendorong permainan olahraga tradisional katapel bisa berkembang kedepan. “Rencananya sih bikin event Nasional, semacam kompetisi di Sukabumi sebagai ajang silaturahmi para pecinta permainan katepel,”pungkasnya. (*)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button