Petani Kebonpedes Perbaiki Saluran Irigasi di Cimuncang

  • Whatsapp
Desa Kebonpedes
Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani bersama para petani saat berjibaku menutupi saluran Daerah Irigasi (DI) Cimuncang

SUKABUMI – Petani palawija dan padi di wilayah Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan soal kondisi saluran sungai Daerah Irigasi (DI) Cimuncang Tersier Sauyunan.

Pasalnya, saluran irigasi tersebut tidak berjalan maksimal pasca diterjang bencana banjir bandang yang terjadi pada beberapa tahun silam.

Bacaan Lainnya

Namun, ironisnya hingga saat ini irigasi yang jebol sepanjang 75 meter dengan tinggi 1.2 meter itu, belum juga mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi maupun pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani mengatakan, saluran DI Cimuncang jebol diterjang bencana banjir bandang pada lima tahun silam. Akibatnya, lahan pertanian warga di Desa Kebonpedes, tidak terairi dengan maksimal karena air tidak sampai ke sawah warga.

“Sedikitnya 15 hektare lahan pertanian padi dan palawija di wilayah Desa Kebonpedes, tidak bisa teraliri air secara maksimal. Kalau musim hujan, lahan pertanian warga masih bisa diatasi.

Tetapi, kalau sudah memasuki musim kemarau, maka dapat dipastikan banyak lahan pertanian yang mengalami kekeringan atau retak-retak. Bahkan nyaris terlantar,” kata Dadan kepada Radar Sukabumi pada Jumat (15/10).

Menurut Dadan, saluran DI Cimuncang Tersier Sauyunan merupakan akses vitral warga untuk mengairi lahan pertanian. Bukan hanya itu, saluran irigasi tersebut juga kerap dimanfaatkan warga mengairi kolam ikan.

Namun, semenjak irigasi tersebut jebol diterjang banjir bandang, lahan pertanian warga tidak bisa dikelola secara maksimal.

“Kondisi rusaknya saluran irigasi tersebut sudah berlangsung lama dan bertahun-tahun belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi maupun pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kami sudah berupaya maksimal menyampaikan aspirasi warga, khususnya keluhan para petani terkait persoalan irigasi itu kepada sejumlah dinas terkait.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *