Seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi. Namun, entah alasan apa hingga saat ini belum mendapatkan respon yang jelas,” tandasnya.
Untuk mengantisipasi gagal panen, ujar Dadan, saat ini puluhan warga dan pemerintah Desa Kebonpedes, tengah turun ke lapangan untuk melakukan aksi gotong royong memperbaiki saluran Daerah Irigasi (DI) Cimuncang Tersier Sauyunan yang jebol pasca diterjang bencana alam itu.
Sementara, proses perbaikan dilakukan oleh petani dan pemerintah desa dengan alat dan sarana seadanya dengan harapan air biasa mengalir dengan normal.
“Sudah ada lima tahun pengajuan perbaikian, belum juga direspon oleh pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi. Makanya, saat ini kami bersama para petani telah menutup saluran air jebol tersebut dengan menggunakan karung yang diisi tanah dan ditahan menggunakan bambu. iya, ini dilakukan agar kondisi air dari saluran irigasi itu bisa mengalir dengan lancar ke lahan pertanian warga,” paparnya.
Pihaknya menambahkan, ia bersama warga lainnya, khususnya para petani di wilayah Desa Kebonpedes berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi agar dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki saluran Daerah Irigasi (DI) Cimuncang Tersier Sauyunan yang jebol tersebut. Ini harus segera dilakukan agar para petani dapat maksimal dalam mengelola pertaniannya.
“Saya bersama warga lainnya berharap ada solusi yang baik dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dalam menyelesaikan persoalan sawah petani di Desa Kebonpedes ini.
Sebab, perbaikan sementara yang dilakukan secara swadaya ini, diyakini tidak akan bertahan lama. Terlebih, jika cuaca ekstrim atau terjadi banjir bandang.
Maka dapat dipastikan tanggul yang kami buat untuk menutupi lobang-lobang saluran irigasi yang jebol itu, akan kembali rusak,” pungkasnya. (den/d)






