Kemeriahan Acara Syukuran Hari Nelayan ke-62 Palabuhanratu Sukabumi, Panitia Malah Syok, Ini Alasannya

hari nelayan sukabumi
Suasana kemeriahan Peringatan Syukuran Hari Nelayan ke-62 Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sabtu (21/5). FOTO: NANDI/RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADARSUKABUMI – Setelah dua tahun dilanda pandemi Covid-19, peringatan syukuran Hari Nelayan ke-62 Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi kembali digelar. Acara tersebut berlangsung dengan sangat meriah meski dilaksanakan terbatas.

Pantauan pewarta Radar Sukabumi di lapangan, hal berbeda dan terbatas terlihat dalam prosesi arak-arakan putri nelayan yang biasanya dimulai dari area alun-alun atau di depan pendopo Jalan Siliwangi menuju area Dermaga, kali ini dilangsungkan hanya di area dermaga Palabuhanratu.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, antusias masyarakat menyaksikan peringatan syukuran hari nelayan ke 62 Palabuhanratu sudah terlihat sejak pagi memadati area dermaga Palabuhanratu untuk melihat prosesi labuh saji dan arak arakan putri nelayan.

“Alhamdulillah saya juga sangat syok dan kaget terkait perayaan puncak hari nelayan ini, kita tidak terpikirkan akan semeriah ini, sesukses ini dan memang antisias warga sangat luar biasa, kita bisa lihat bahwa berbondong-bondong orang datang,” ujar Sep Radi Priadika ketua panitia yang juga sekretaris DPC HNSI Kabupaten Sukabumi, Sabtu (21/5) .

Dijelaskan Sep Radi, ramainya masyarakat yang datang ikut nemeriahkan syukuran peringatan hari nelayan menurutnya menunjukan dan menjadikan bangkitnya perekonomian di kota Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

“Karena memang event hari nelayan ini sangat berdampak terkait UMKM masyarakat dan lainnya,” jelasnya.

“Ini menjadikan suatu kebanggaan khsususnya bagi pemuda Palabuhanratu nilai plus para nelayan karena ini hajatnya mereka, ada 19 ribu nelayan yang terdaftar di DPC HNSI Kabupaten Sukabumi, ini hajat para nelayan dan Palabuhanratu pusat kegiatan hari nelayan,” sambungnya.

Masih kata Sep Radi, ada hal berbeda dalam proses labuh saji, dimana sebelum sebelumnya dalam setiap peringatan syukuran hari nelayan labuh saji menggunakan media kepala kerbau, benih Losbter dan Tukik.

Namun kali ini, media labuh saji menggunakan Lobster yang siap berterlur Berbeda, hal itu karena melihat potensi sumber daya alam perairan Palabuhanratu yang banyak.

“Kami lakukan ini supaya benih benih lobster itu menjadikan banyak, seperti kita tahu nelayan ketika kebijakan dibuka pak Edi prabowo nelayan beralih menangkap benur, maka dari itu mari kita lestarikan alam kita, Sumberdaya Alam yang ada di Palabuhanratu ini makanya kita taburkan lobster yang bertelur agar banyak memunculkan lobster baru,” terangnya. (cr2/d)

Pos terkait