Siap Nyapres, Ridwan Kamil : Soal Warnanya Saya Kabari Nanti

Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil/net

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali mendapatkan dukungan dan dorongan untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Kali ini, mantan Walikota Bandung itu mendapatkan dukungan dari Angkatan Muda Siliwangi (AMS).

Dukungan tersebut direspons positif oleh Ridwan Kamil. Bahkan dirinya mengaku selalu mendapatkan doa dan dukungan kemanapun bepergian. Dukungan tersebut juga datang dari berbagai kalangan masyarakat agar dirinya mau mencalonkan diri pada Pilpres 2024.

Bacaan Lainnya

“Pertama selalu ada doa, ada pertanyaan, itu tidak bisa dihindari. Kedua, jika gesturnya baik, saya aminkan kan begitu ya. Tugas manusia tadi adalah berusaha berikhtiar, masalah takdirnya ada atau tidak bukan wilayah manusia,” kata Ridwan Kamil, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (19/1).

Ridwan Kamil menyebut ikhtiar yang ditempuh dalam menjalankan roda kepemimpinan yakni mampu memberikan rasa suka kepada masyarakat melalui etos kerja. Apabila kinerjanya bagus maka akan semakin disukai.

“Otomatis ada apresiasi dari masyarakat berupa doa, dukungan elektoral, bahkan lagu. Jadi saya akan fokus bekerja seperti ini,” ucapnya.

Kendati begitu, dirinya belum mengetahui partai mana yang akan dipilih, yang pasti sesuai dengan keyakinan Pancasila. Hal tersebutlah yang menjadi dasar dirinya untuk menentukan perahu yang akan mengantarkannya menuju Pilpres 2024.

“Yang saya pegang adalah yang sangat konsisten memperjuangkan Pancasila. Track record-nya pasti jadi dasar untuk berlabuh,” lanjut Kang Emil, sapaan akrabnya.

Walaupun belum menentukan partai, ia mengaku telah berkomunikasi dengan semua partai hingga saat ini. Namun, ia belum mau memberikan bocoran soal partai mana yang jadi perahunya dalam kontestasi 2024.

“Lahir batin kan sudah siap. Sudah siap, tinggal masalahnya itu warnanya apa, nanti saya kabari,” imbuhnya.

Saat disinggung terkait posisi dirinya dalam kontestasi 2024, Kang Emil menyebut hal itu masih menjadi rahasia Ilahi. Pasalnya, manusia hanya dapat bekerja keras, bertanding, dan berkompetisi.

“Nanti medali perak apa emas itu wilayah Tuhan,” kata Kang Emil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.