Iklan Judi Online di Angkot Kota Sukabumi, Wagub Jabar: Sukabumi Kan Kota Religius

Judi Online Angkot Sukabumi

SUKABUM – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku geram perihal iklan judi online yang terpasang pada angkot di Kota Sukabumi. Kepada Radar Sukabumi, Uu mengatakan hal tersebut adalah perbuatan yang melanggar hukum.

“Selain melanggar hukum, hal tersebut juga terlarang dalam agama. Apalagi Sukabumi itu kan kota religius. Jadi saya mempertanyakan nih, walikotanya bagaimana? Kok bisa lolos?” kata Uu kepada Radar Sukabumi, Sabtu (21/5).

Bacaan Lainnya

Uu sendiri mendapatkan informasi adanya iklan judi online di angkot Kota Sukabumi dari laporan warga, pemberitaan serta media sosial. Selain menyentil Pemerintah Kota Sukabumi yang dalam hal ini walikota serta Dinas Perhubungan, Uu juga memberi respons serius terhadap pengusaha angkot tersebut.

“Kalau sopirnya mungkin dia tidak tahu ya, awam gitu. Tapi angkot itu kan ada pemiliknya, ada pengusahanya. Nah kok bisa dia memasang iklan judi online di angkotnya? Lalu, perlu ditelusuri juga itu, dapat darimana atau siapa yang suruh pasang iklan judi online itu? Kalau memang sengaja, bearti sama saja orang itu mengejek negara, mengejek pemerintah. Apalagi seperti tadi yang saya bilang, Kota Sukabumi itu kota yang religius, yang agamis,” beber Uu.

Terkait hal ini, Uu juga berharap ada peran penting dari aparat penegak hukum yang dalam hal ini Polres Sukabumi Kota agar mengusut kasus iklan judi online pada angkot tersebut. Selain itu, peran ulama yang dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi juga diminta aktif memberikan syiar dan pencerahan bahwa judi merupakan perbuatan yang diharamkan oleh agama.

“Pokoknya, semua pihak harus aktif, terlibat dan peduli atas hal ini. Baik pemerintah, aparat penegak hukum, ulama hingga warga masyarakat. Begitupun media massa. Agar permasalahan seperti ini jangan sampai terulang kembali. Dan saya minta agar iklan judi online itu segera dicabut,” pungkas Uu. (izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar