Cerita Pemudik yang Terjebak Macet Hingga 9 Jam

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.Com SUKABUMI — Deni Andriansyah (35) harus pasrah saat terjebak macet di Jalan Utama Bogor-Sukabumi hingga 9 jam lebih. Dirinya mengisahkan sejak berangkat dari Bekasi pukul 04,00 WIB tiba di Sukabumi sekitar pukul 13,00 WIB.

“Dari Bekasi saya berangkat pukul 04,00 WIB, macet parahnya awalnya di keluar gerbang tol Bocimi. Untuk sampe ke Cicurug saja harus memakan waktu tiga jam, “terang Deni kepada radarsukabumi.com saat berada di wilayah Cibadak.

Bacaan Lainnya

Dirinya melanjutkan, setiba di Cicurug bukan malah lancar, kemacetan malah menjadi-jadi. Bahkan, untuk sampai ke jalur Cibadak harus berjam-jam lamanya, dirinya mengisahkan bahwa kemacetan terjadi disetiap pertigaan keluar masuk kendaraan dan pasar-pasar serta pusat keramaian di sejumlah titik.

“Titik kemacetan hampir disetiap pertigaan masuk keluar kendaraan, di pasar Cicurug, Parungkuda dan Cibadak. Sangat melelahkan mudik mengunakan jalan utama ini. Ada petugas sih, kata karena kendaraanya banyak mungkin macetnya susah diatasi. Ditambah lagi jalur puncak dialihkan ke jalan Sukabumi ini, “jelasnya.

Hal senada dikatakan oleh Pipin Aripin (34) menurutnya ada tol bocimi belum membantu banyak kemacetan di Sukabumi. Buktinya dirinya harus berjam-jam berada dijalanan. Volume kendaraan yang tidak sebanding dengan ruas jalan serta banyaknya wisatawan menambah kemacetan semakin panjang.

“Aduh pak, kalau diceritakan macet mah gimana yah. Mau tidak mau harus bersabar, karena saya tidak tau jalur tikus atau alternatif secara rinci saya terpaksa masuk jalur utama dengan segala resiko,”cetusnya.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Galih Bayu Raditya mengatakan penyebab kemacetan tersebut akibat banyaknya kendaraan yang mulai masuk ke Wilayah Sukabumi. Ada dua kategori kendaraan yang masuk, pertama kategori pemudik dan kategori wisatawan. “Ya Volume (Kendaraan red) Meningkat dari arah Bogor, “jelas Galih saat dikomfirmasi Radarsukabumi.com

Selain itu, meningkatnya jalur Sukabumi akibat dari pengalihan arus lalu lintas dari Puncak ke Sukabumi. Menurutnya banyaknya tempat wisata yang di Kabupaten Sukabumi juga menambah kepadatan kendaraan. Untuk itu, upaya yang dilakukan kepolisian adalah melakukan rekayasa lalu lintas.

“Kami melakukan rekayasa lalu lintas, agar kemacetan bisa terurai, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk penanganan dirinya sudah menerjunkan 150 petugas gabungan dari Polres Sukabumi yang disiagakan dibeberapa titik kemacetan. Saat ditanya soal petugas tidak kelihatan, dirinya membatah bahwa petugasnya sudah disebar dibeberapa titik, mereka berjaga disetiap perlintasan. “Pantauan kemacetan terjadi dibeberapa pasar-pasar sepanjang Bocimi, dan kami melakukan penanganan, petugas kami banyak di depan TMC, “tukasnya. (die)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *