KABUPATEN SUKABUMI

Warga: Penebangan Pohon di TNGGP Blunder

Sebelumnya, Kepala Bagian Tata Usaha TNGGP, Wasja menjelaskan bahwa penebangan 16 pohon damar tersebut tujuan utamanya untuk kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Karena pohon yang ditebang sudah berusia puluhan tahun.

“Penebangan pohon sebenarnya sudah diinventarisir sejak awal dan dibuatkan berita acara termasuk diameter pohonnya diukur yang juga disaksikan aparat kepolsian, penebangan pohon ini dilaksanakan murni oleh pengelola dalam hal ini Balai Besar TNGGP dan di zona pemanfaatan,”jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan, di Resort Situgunung ini terdapat dua kegiatan fisik, pertama pembangunan sarana prasarana wisata alam yang dilaksanakan oleh TNGGP dan kedua pembangunan jembatan gantung, sarana di Curug Sawer yang dilaksanakan dengan pola kerja sama 5 tahunan yaitu PT Fontis Aqua Vivam (FAV).

“Pembangunan fisik oleh PT Fontis bersifat kerja sama, makanya kami sebut sebagai mitra. Karena nantinya bangunan fisik seperti jembatan gantung akan diserahkan kepada negara, dalam hal ini TNGGP, dan tidak benar kami melakukan perusakan. Karena fungsi kami melakukan perlindungan dan pengamanan sesuai amanat PP Nomor 45 tahun 1996 tentang perlindungan hutan,”tukasnya.

 

(cr16/d)

Laman sebelumnya 1 2
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close