Covid-19 Turun, MUI Sebut Saf Salat Berjamaah Boleh Dirapatkan

  • Whatsapp
Umat Islam lakukan Salat Jumat di Masjid Istiqlal, pada masa pandemi Covid-19, dengan jaga jarak. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyebut, deret atau saf salat berjamaah bisa dirapatkan kembali jika angka penularan Covid-19 sudah melandai. Dalam Islam diizinkan aturan ibadah menyesuaikan dengan kondisi wabah yang terjadi.

”Kalau seandainya menurut para ahli di daerah tersebut memang covidnya sudah melandai, dan bahkan sudah tidak ada, ya wajiblah kita untuk merapatkan saf. Tetapi kalau para ahli masih ragu dan pemerintah masih ragu, belum aman, ya jangan dululah,” kata Anwar dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10).

Bacaan Lainnya

Anwar menuturkan, tujuan agama Islam itu untuk menjaga diri. Sedangkan Covid-19 tergolong virus yang membahayakan. Sehingga wajib dihindari demi keselamatan.

Sementara itu, dalam Islam merapakatkan saf salat adalah sunah. ”Jangan sampai diri kamu sakit atau sampai mati karena Covid-19 ini. Lalu bagaimana cara menghindarinya? Jaga jarak, sepanjang pengetahuan saya, menjaga diri,” jelas Anwar Abbas.

Menurut Ketua Terpilih PB IDI Adib Khumaidi, kunci utama mengendalikan pandemi itu adalah senantiasa menjaga kesehatan diri. Dengan begitu turut menjaga kesehatan orang sekitar lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *